Hari

Dinkes Bekasi Siaga 24 Jam: Layanan Kesehatan Khusus Korban Banjir Siap Jemput Bola!

Laporan oleh Ayu
Bagikan
Dinkes Bekasi Siaga 24 Jam: Layanan Kesehatan Khusus Korban Banjir Siap Jemput Bola!, 02, Februari, 2026, 07:50:16. Tag: News

Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi dalam beberapa pekan terakhir telah mengharuskan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk bersikap sigap dalam memberikan pelayanan kesehatan. Sekretaris Dinkes Kabupaten Bekasi, Supriadinata, telah mengonfirmasi bahwa tim medis telah diterjunkan ke berbagai lokasi terdampak untuk meningkatkan kesiagaan kesehatan bagi masyarakat. Selain mendirikan posko kesehatan, tim pemantau juga berkeliling untuk melakukan penanganan kesehatan kepada masyarakat, ujar Supriadinata. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal dalam situasi darurat ini.

Supriadinata juga mengingatkan bahwa banjir dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius. Ia mengatakan, Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan air yang digunakan untuk minum benar-benar bersih serta mewaspadai penyakit yang bersumber dari air tercemar seperti Leptospirosis dan penyakit kulit. Dalam konteks ini, kesadaran masyarakat akan kesehatan sangatlah penting, terutama dalam memilih sumber air.

Berfokus pada pelayanan kesehatan, pihak Dinkes telah membentuk beberapa pos kesehatan di wilayah terdampak, khususnya di area utara Kabupaten Bekasi, tambah Supriadinata. Ia menjelaskan bahwa beberapa kecamatan seperti Babelan, Tarumajaya, dan Muaragembong mendapat perhatian lebih dalam penanganan kesehatan. Tim medis juga melakukan sistem jemput bola, turun langsung ke berbagai lokasi banjir dan pengungsian untuk memberikan layanan yang diperlukan.

Kepala Puskesmas Muaragembong, dr Ridwan Meito Tomanyira, menguraikan lebih lanjut tentang inisiatif yang telah dilakukan. Kami menghadirkan layanan puskesmas keliling (pusling) untuk menjangkau warga terdampak banjir di sejumlah desa, katanya. Dengan sistem pelayanan ini, waktu layanan tersedia mulai pagi hingga sore, dan tidak terbatas pada satu lokasi saja, melainkan menyasar beberapa area pengungsian.

Seluruh puskesmas di Kabupaten Bekasi, jelas dr Ridwan, telah diperintahkan untuk beroperasi penuh, menyediakan pelayanan kesehatan selama 24 jam. Sampai saat ini, dari beberapa desa yang terkena dampak banjir, sudah diberikan layanan kesehatan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Muaragembong melalui petugas mobile layanan medis, tambahnya. Pelayanan ini sangat diperlukan mengingat banyak akses menuju lokasi ditutup oleh genangan air, sehingga memerlukan modifikasi dalam metode penjangkauan.

Dalam upaya memberikan pelayanan maksimal, Dinkes juga memanfaatkan perahu karet dari BPBD Kabupaten Bekasi untuk mencapai lokasi-lokasi sulit. Kalau untuk kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, kami arahkan dirujuk ke rumah sakit, ungkap dr Ridwan. Tindakan ini sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan penanganan yang tepat meskipun dalam keadaan darurat ini.

Di tengah upaya ini, Dinkes terus memantau jenis penyakit yang muncul akibat banjir. Penyakit diare, gatal-gatal, dan infeksi saluran pernapasan akut merupakan beberapa masalah kesehatan yang ditemukan di lapangan. Kendala kami saat ini adalah ketersediaan obat yang semakin terbatas. Kami membutuhkan dukungan tambahan obat, jelas Supriadinata, mencerminkan tantangan dalam penanganan kesehatan saat bencana. Seluruh puskesmas tetap buka dan melakukan monitoring langsung ke lapangan secara bergantian.

Berdasarkan data yang dirilis oleh BPBD Kabupaten Bekasi, per tanggal 1 Februari 2026, ada 45 desa yang terendam banjir di 13 kecamatan, dengan total 194 lokasi yang genang. Kami membagi tim menjadi lima kelompok yang terdiri dari tenaga medis dari empat hingga lima puskesmas, jelasnya. Upaya ini menunjukkan komitmen Dinkes dalam menjaga kesehatan masyarakat, meskipun beberapa kendala harus dihadapi.

Di tengah situasi ini, Supriadinata juga mengingatkan kepada tim medis untuk tetap menjaga kesehatan selama bertugas. Konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta selalu menjaga kebersihan diri setelah bertugas di lokasi banjir adalah beberapa saran yang perlu diperhatikan, tutupnya. Dengan langkah-langkah preventif ini, diharapkan pelayanan kesehatan di wilayah Bekasi dapat berjalan efektif dan memfokuskan pada kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak banjir.

Bagikan
Berita Terkait

TERKINI POPULER TERPILIH