Hari

Pemkab Batang Inovasi Ramah Lingkungan: Investasi Rp 1,8 M untuk 3 TPS Reduce Reuse Recycle Atasi 15 Ton Sampah!

Laporan oleh Ayu
Bagikan
Pemkab Batang Inovasi Ramah Lingkungan: Investasi Rp 1,8 M untuk 3 TPS Reduce Reuse Recycle Atasi 15 Ton Sampah!, 07, Mei, 2026, 07:44:42. Tag: News

Papejafm News - Pemerintah Kabupaten Batang baru saja mengumumkan rencana pembangunan tiga Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Proyek ini dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar dan bertujuan untuk mengelola sampah sebanyak 15 ton per hari.

Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak negatif dari sampah, Pemkab Batang mengambil langkah proaktif. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa pembangunan TPS 3R ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah sampah di daerah mereka. Dengan TPS 3R, kami berharap masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik, ujarnya.

Ketiga TPS tersebut direncanakan akan dibangun di lokasi strategis yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Hal ini bertujuan agar warga dapat dengan mudah membuang sampah mereka, sehingga dapat mengurangi potensi timbulnya tumpukan sampah di area publik. Selain itu, konsep 3R ini diharapkan dapat mendidik masyarakat tentang pentingnya memilah dan menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan.

Pembangunan TPS ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Taufik menambahkan, “Kami optimis ini akan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah.”

Lebih jauh, Pemkab Batang berharap proyek ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola sampah dengan cara yang lebih bertanggung jawab. Melalui program ini, diharapkan akan tercipta kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. “Kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencapai tujuan ini,” ungkap Taufik.

Dengan adanya proyek ini, diharapkan jumlah sampah yang terkelola bisa mencapai target 15 ton per hari. Jika program ini berjalan sukses, dapat dipastikan bahwa Pemkab Batang akan mereplikasi model ini di daerah lain. Mereka juga menargetkan untuk menyertakan program edukasi di sekolah-sekolah untuk mengajarkan pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.

Tidak hanya memberi manfaat bagi lingkungan, program ini juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. Dengan adanya TPS 3R, diharapkan akan ada lebih banyak lapangan kerja yang tercipta, terutama dalam sektor pengolahan sampah. Kami ingin masyarakat terlibat aktif dalam menjaga lingkungan, sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi, kata Taufik.

Sementara itu, warga Batang juga menyambut baik program ini. Banyak di antara mereka yang sudah menyadari akan pentingnya mengelola sampah dengan baik. Kami sangat mendukung adanya TPS 3R ini. Semoga bisa menjadi solusi bagi masalah sampah yang sering kami hadapi, ungkap salah seorang warga.

Keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat, Pemkab Batang yakin bisa mencapai target pengelolaan sampah yang lebih baik. Dengan pelaksanaan proyek TPS 3R ini, diharapkan Batang bisa menjadi pionir dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Secara keseluruhan, langkah yang diambil Pemkab Batang untuk membangun tiga TPS dengan konsep 3R merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah sampah. Semoga proyek ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Bagikan
Berita Terkait

TERKINI POPULER TERPILIH