Wawako Buka Kegiatan Pelayanan KB MKJP

LUBUKLINGGAU-Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar membuka secara serentak pelayanan KB MKJP se-Kota Lubuklinggau, bertempat di klinik KB Percontohan, Jln. Permai 15 Kelurahan Batu Urip , Rabu (3/2/2021).

Menurut Wawako, kegiatan MKJP serentak tingkat Kota Lubuklinggu ini merupakan bagian dari 17 program pembanguan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGS) yang disepakati oleh negara-negara anggota PBB pada 2015 dimana keluarga berencana tidak lain bertujuan untuk menjamin kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua disegala usia.

Dikatakannya pemerintah telah menetapkan kebijakan keluarga berencana sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga, dimana disebutkan bahwa program KB adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan untuk mewujudkan keluarga berkualitas.

“Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan salah satu sasaran strategis yang ditetapkan BKKBN dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas yang memiliki efektifitas sangat tinggi dibandingkan non MKJP dimana konsultasi KB bisa melalui SiKeren,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina menyampaikan MKJP adalah kontrasepsi jangka panjang yang sudah berjalan dengan baik. “ Tugas kita adalah mempromosikan MKJP salah satunya melalui media social. Metode kontrasepsi MKJP adalah metode paling aman tanpa resiko selama 5 tahun dan diharapkan program ini dapat berhasil dalam pengendalian penduduk di Kota Lubuklinggau,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Lubuklinggau, Henny Fitrianty dalam laporannya menyampaikan kegiatan MKJP ini dilaksanakan secara serentak se-Sumsel. Pelayanan KB MKJP bertujuan untuk meningkatkan pasangan usia subur (PUS) agar menggunakan IUD, Implant, medis operasi (MO) serta medis operasi pria (MOP) tanpa ditarik biaya pemasangan (gratis) di fasilitas kesehatan dalam wilayah Kota Lubuklinggau.
ia juga mengatakan jumlah peserta KB MKJP tahun 2020 sekitar 30,22 persen dari jumlah PUS sedangkan metode kontrasepsi non MKJP (suntik, pil, kondom) adalah 69,77 persen.

Ia juga menjelaskan kegiatan KB MKJP 2021 merupakan upaya untuk meningkatkan komitmen dan dukungan dari stakeholder, provider medis, mitra kerja dan masyarakat dalam mendukung program bangga berencana dengan dasar hukum sesuai Instruksi Wali Kota Lubuklinggau Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pembebasan Biaya Retribusi Pelayanan Keluarga Berencana di fasilitas kesehatan pemerintah dan Surat Keputusan Wali Kota Lubuklinggau Nomor: 302/KPTS/DPPKB/2020 Tanggal 6 November 2020.

Sasaran pelayanan KB adalah peserta KB baru, paska persalinan,paska keguguran serta KB ulang dan ganti dengan jumlah sasaran sementara 301 akseptor pada 8 Kecamatan. (*)