Tidak Ada Intervensi, Kasus RSUD Rupit Bakal Ada Tersangka

MURATARA,Linggaumetropolis.com-Dihari Bhakti Adhiyaksa (HBA) Ke-60, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menyatalan dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka terkait kasus – kasus tindak pidana korupsi yang telah di tangani, salah satunya Kasus dugaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Fiktif dan Tanda Tangan Palsu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (MURATARA).

“Tidak ada intervensi dari pihak mana pun, dalam waktu dekat ini Kejari Lubuklinggau bakal menetapkan tersangka,” Kata Willy Ade Chaidir, Kepala Kejari Lubuklinggau melalui Aanthomo, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Lubuklinggau. Rabu (22/07).

Sementara, Muhammad Ikbal selaku Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) menerangkan, terkait kasus yang telah berada ditahapan penyidikan ini, beberapa saksi yang berkaitan telah diperiksa dan dimintai keterangan nya.

“ada sekitar 10 orang saksi yang telah dimintai keterangan nya, dan saat ini kasus RSUD rupit sudah ditahapan penyidikan,” Jelas Ikbal.

Berdasarkan data dihimpun beberapa saksi yang telah dipanggil dan dimintai keterangan nya terkait Kasus RSUD Rupit Muratara antara lainya yakni, dr. Herlina selaku Direktur RSUD Rupit, dr. Jerry, mantan Direktur, Kusuma, mantan Bendahara dan Wahid selaku PPTK.

Berikut beberapa kasus yang tengah ditingkatkan Kejari Lubuklinggau:
1. Kasus Lelang Jabatan Kabupaten Muratara (929).
2. Kasus SPJ Fiktif dan Tanda Tangan Palsu RSUD Rupit Muratara
3. Kasus Pungutan Penguatan Kepsek Disdik Musi Rawas
Putra Sihombing