Syaiful Tantang Syarif Sumpah Pocong

LINGGAUMETROPOLIS.COM–Syaiful Bachri,pengguggat HM Syarit Hidayat di Pengadilan Negeri Lubuklinggau atas piutang menantang untuk Sumpah Pocong.

Syaiful Bachri pemilik Rumah Makan Budi Setia ini menantang HM Syarif Hidayat untuk sumpah pocong,jika Syarif Hidayat merasa tidak memiliki hutang dengannya.

” Saya menantang Syarif untuk sumpah pocong, kalau memang dia merasa tidak punya hutang sama saya, kalau memang berani ayo sumpah pocong sekarang kita,”tantang,Syaiful, Kamis (24/09/2020).

Syaiful juga menantang Syarif Hidayat untuk berani hadir dimuka sidang gugatan yang ia ajukan di Pengadilan Negeri Lubuklinggau.

” Kalau memang merasa tidak punya hutang kita sumpah pocong saja, datang dong ke sidang, saya punya bukti-bukti piutang itu, termasuk beberapa kayu dirumah (salah satu rumah Syarif) saya yang beli, nanti mau saya bongkar saya ambil,”tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Syarif Hidayat, Ilham saat dikonfirmasi menyatakan saat ini persoalan tersebut sedang berjalan di pengadilan,maka dari itu semua pihak harus menghormati hukum.

” Kita negara hukum, jadi kita hormati hukum yang ada, kami juga karena mereka menggugat kami menggugat balik,”tegasnya.

Dilansir B-lipuse.com Tim Kuasa Hukum Tergugat I dan Tergugat II HM Syarif Hidayat dkk, resmi mengajukan gugat balik terhadap Syaiful Bahri selaku Penggugat Asal / Konvensi melalui kuasa hukumnya Gafriel H Fuadi Cs, Selasa, (15/9/2020) melalui Pengadilan Negeri Lubuk Linggau.

Ilham Fatahillah, membenarkan hal itu  dengan alasan Hukum sesuai Fakta, Data, Realitan dan sesuai yurisdiksi hukum telah disampaikan ke pengadilan.

“Menurut hemat kami, secara hukum gugatan maupun somasi mereka, hanya bersumber semuanya dengan berdalil keuangan keluarga yakni ibu penggugat atau mertua tergugat 1, atau nenek tergugat II, yang merupakan harta peninggalan keluarga dan semua ahli warisnya,”

“Hal tersebut sudah tuntas incraht atau telah berkekuatan hukum tetap dalam putusan Pengadilan Agama Lubuk Linggau No. 93/Pdt.G/2018/ PA.LLG. tanggal 19 desember 2018 lalu,”

“Anehnya, dalam gugatan Penggugat Syaiful Bahri terjadi perubahan yang sangat prinsip yakni peristiwa kejadian hukumnya, hal ini tentu tidak  dibenarkan seperti dimaksud dalam  Pasal 127 Tv dan berbagai Yirisprodensi MA RI di Indonesia” jelas Ilham.

Lanjut Ilham, “Persoalan warisan atau keuangan dari ibunya tadi jelas untuk hubungan legal standingnya tidak mewakili semua ahli waris,  bukan semata penggugat seorang, apalagi persoalan tersebut sudah selesai di pengadilan agama pada tahun 2018 lalu.

Sedangkan dalil gugatan kejadian atau pristiwa mulai tahun 2004 silam, hal ini lucu dan sangat tidak masuk akal. Apalagi baru sekarang di persoalkan di masa Pilkada 2020, jelas hal ini sangat merugikan klien kami,. Maka kami melakukan gugatan balik dengan permintaan ganti rugi imateril Rp. 5. 000.000.000, (Lima Milyar),” ungkapnya.

Masih kata Ilham, “Dana tersebut akan disumbangkan sepenuhnya ke fakir miskin dan yayasan sosial lainnya di Muratara.  Selain itu, tergugat rekonvensi Syaiful untuk meminta maaf dimedia cetak dan Online  sebanyak 3 hari berturut turut. Bila tidak akan dimintakkan sita harta benda,”

Dalil- dalil gugatan tertanggal 15 Juli 2020 maupun gugatan tertanggal 1 September 2020 dimaksud, secara fakta, realita, hukum itu tidak benar semua,  dan akan kami buktikan dipersidangan selanjutnya,

Secara patut sesuai konsep negara hukum, jelas gugatan penggugat tentang wansprestasi sama sekali tidak benar pula dan tidak berdasarkan ketentuan dimaksud Pasal 1243 Bw, yang sama sekali tidak ada prestasinya apa?, perikatannya semacam apa pula?.

oleh karena itu,  secara hukum pula kami lakukan gugat balik sesuai aturan dalam Pasal 132.a HIR.,” tutup Ilham. (*)

Artikel Syaiful Tantang Syarif Sumpah Pocong pertama kali tampil pada Linggau Metropolis.