Sosok Almarhum H Ishak Sani di Mata Rekan Dekatnya

Beligat.com, MUSI RAWAS – H. Sofian Zurkasi merupakan salah seorang rekan kerja dan teman dekat dari Almarhum H Ishak Sani. Bahkan bisa dikatakan H Sofian merupakan soulmate almarhum selama mengabdi baik di jajaran eksekutif maupun legislatif. Diantaranya saat almarhum sepuluh tahun menjabat Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura) H Sofian menjabat sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) selama delapan tahun. Bagaimana keseharian Almarhum H Ishak Sani di mata teman dekatnya ini?

H. Sofian Zurkasi

Ketika almarhum H Ishak Sani jadi Ketua DPRD Musi Rawas (Mura) dari Partai Golongan Karya (Golkar), H Sofian Zurkasi mulai diangkat menjadi Sekretaris DPRD Mura pada tahun 1987. Tepatnya H Sofian pada masa orde baru menjabat Sekwan selama delapan tahun dari 1987 sampai dengan 1995.

H Sofian Zurkasi merupakan putra asli daerah Mura lahir di Muara Kelingi 1938 dan sekarang memasuki usia 82 tahun. Saat ditemui wartawan, Selasa (10/11) di kediamannya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau.

H Sofian Zurkasi yang biasa disapa Sofian menceritakan sosok teman dekatnya yang tidak lain almarhum H Ishak Sani. Dengan suara sedikit lirih namun masih menggambarkan ketegasan dalam bertutur, menurut H Sofian almarhum orangnya low profile, tidak ada sifat arogan. Ayah H Hendra Gunawan (Bupati Mura non aktif) itu orangnya lemah lembut, santun. Bahkan menurut H Sofian yang dibesarkan di Muara Beliti, soulmate-nya itu susah untuk marah, bisa dibilang tidak pernah marah walaupun jengkel tetap profesional dalam bekerja.

“Ya meskipun sesekali sering curhat dengan saya, namun tidak sampai emosi bener, ” ucapnya dengan penuh rasa kehilangan.

Dengan daya ingat yang masih baik, H Sofian mengungkapkan Almarhum adalah alumni dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1962. Sedangkan H Sofian Zurkasi diangkat PNS pada tahun 1963. Jadi H Sofian Zurkasi dengan almarhum tidak terlalu jauh beda. Begitupun dengan usia, keduanya hanya selisih satu tahun.

“Masa jabatan bertugas pun tidak banyak beda sekitar 30 tahun. Dalam masa kepemimpinan almarhum, ia terkenal dengan sosok yang demokratis, tidak pernah ngotot-ngotot, low profile, bisa mengakomodir semua pihak, yang penting berjalan dengan alurnya,” ceritanya.

Meskipun tidak lagi dalam jajaran pemerintah dan telah pensiun pada tahun 1995. Jalinan komunikasi mereka berdua tetap akrab tidak terputus baik via telepon atau silaturahmi ke rumah almarhum

Dilanjutkan H Sofian, untuk kunjungan terakhirnya ke almarhum tepatnya pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Masehi tahun 2019 lalu. Ketika Hari Raya Idul Fitri 2020 rencana ada kunjungan kembali, namun tertunda karena keadaan pandemi Covid-19 ini.

“Saya tidak menyangka bahwa di tahun 2019 adalah pertemuan terakhir kami dengan almarhum (H Ishak Sani, red). Waktu kunjungan ke rumah bersama dengan anak saya,” ungkap H Sofian.

Ketika kunjungan itu almarhum sudah menggunakan kursi roda. Jadi ketika kunjungan ditemani juga oleh anak dan cucunya. Bahkan pada malam itu, waktu kami mau pamit keluar pulang diantar langsung almarhum.

“Yang bikin terharunya lagi, ketika saya dan anak saya izin pamit, almarhum tetap menghantarkan kepulangan kami hingga keluar dan menutup pintu. Terlihat di raut muka almarhum menghantarkan kami dengan penuh kasih dan sayangnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, H Sofian Zurkasi mejelaskan meskipun keduanya sudah tidak bisa bertemu secara intensif lagi, namun rasa kedekatan keduanya tetap ada. Karena waktu delapan tahun berpartner (Ketua DPRD dan Sekwan) itu, bukan waktu yang sebentar.

Bahkan sebelum jadi Ketua Dewan sudah ada keakraban antara keduanya. H Sofian sudah dekat dan membantu serta mandampingi almarhum yang menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) di Kabupaten Musi Rawas. Sekitar satu tahun, H Sofian Zurkasi bekerja sebagai staf Sekda Mura.

Menurutnya almarhum benar-benar luar biasa karena berhasil dalam karir dan juga keluarga. Dimana anak-anak atau penerusnya sukses dalam karir birokrasi dan politik mengikuti jejaknya. Semua itu berkat cara mendidik almarhum yang dikenal tegas.

Ketika mendengar kabar duka, H Sofian Zurkasi sedang di dalam perjalanan. Waktu itu, setelah sampai di rumah ba”da Zuhur, anaknya melihat handpone, ada informasi kalau almarhum H Ishak Sani telah berpulang ke Rahmatullah sekitar pukul 11.00 WIB.

“Saya pun melayat ke rumah beserta tamunya lainnya. Dan ketika itu almarhum baru mau dimandikan. Namun tidak sampai menghantarkan ke pemakaman melihat kondisi fisik saya yang tidak memungkinkan untuk pergi dan posisinya hujan lebat disertai angin kencang, ” jelasnya.

Namun yang pasti dirinya sangat sedih dan merasa benar-benar sosok teman, rekan bahkan layaknya keluarga yang paling dekat dan baik.

“Sampai terakhir pun komunikasi tetap terjaga. Masih tidak menyangka. Namanya soal kematian tinggal menunggu giliran saja,” tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, almarhum H Ishak Sani memiliki catatan sejarah tersendiri. Suami dari almarhumah Hj Nurleli itu merupakan sarjana pertama yang mengabdikan diri di tanah kelahiran. Alumni Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 1962 itu menjadi abdi negara sebagai PNS di Pemkab Mura dan merupakan sarjana pertama asal Mura yang mengabdi di tanah kelahirannya.

Selama menjalani kariernya, H Ishak Sani benar-benar sukses dan terbilang komplit. Menjadi birokrasi ulung dengan jabatan tertinggi Sekretaris Daerah (Sekda) , almarhum juga matang sebagai politisi dengan jabatan yang mentereng. Darah birokrasi H Ishak Sani juga mengalir kepada penerusnya dimana sang anak kini menjadi birokrasi handal.

Tokoh yang berjasa atas kemajuan Bumi Silampari dan sesepuh masyarakat Bumi Silampari ini meninggalkan delapan orang anak yang terbilang sukses dalam karir birokrasi maupun politik dan bidang lainnya. Anak tertua yaitu, dr H Hazairin yang merupakan dokter spesialis bedah senior yang juga tercatat sebagai Ketua KONI Kabupaten Mura.

Selanjutnya H Hendra Gunawan yang telah mempersembahkan keinginan besar almarhum menjadi jendral birokrasi di Mura dengan pangkat tertinggi. Selain itu H Hendra Gunawan pernah menjabat Kepada Bappeda, Wakil Bupati dan puncaknya Bupati Musi Rawas.

Kemudian Hj Henny Kristiati sukses di dunia pendidikan dan sekarang menjabat sebagai Kepala SMAN Terawas. Setelah itu H Novian Fauzi juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Mura dan sekarang masih tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Sumsel. Selanjutnya almarhumah Anita Rusmaili.

Setelah itu H Rudi Irawan yang juga menuruni bakat dan darah birokrat. Serelah menjadi Camat, H Rudi Irawan diberikan amanah sebagai Kapala Disdukcapil, Badan Kesbangpol, BPMD dan kini Kepala BKPSDM Mura. Kemudian Yudi Fachriansyah merupakan lulusn STPDN yang mengawali karier birokrasi sebagai camat dan kini menjadi Kepala DPMPTSP Mura serta terakhir Widya Lismayanti yang tercatat sebagai Kabid di Disbudpar Mura.

Semasa hidupnya, almarhum H Ishak Sani pernah menduduki beberapa jabatan strategis, baik di eksekutif maupun legislatif. Almarhum pernah menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Mura (saat Mura masih satu kabupaten dengan Muratara dan Lubuklinggau) selama tujuh tahun yakni dari tahun 1980 hingga 1987. Selepas menjabat Sekda Mura, almarhum kemudian menjabat Ketua DPRD Mura dalam dua periode yaitu sejak tahun 1987 sampai 1997.

Setelah itu, karirnya di legislatif masih berlanjut, yaitu menjadi anggota DPRD Sumsel selama satu periode dari tahun 1999 – 2004. Dalam catatan karier politiknya H Ishak Sani juga pernah menduduki jabatan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Mura serta berbagai jabatan dan posisi lainnya.*Rls/Akew

Sumber Berita Selengkapnya…