SMPN 10 Sosialisasi Akreditasi IASP 2020

Beligat.com, LUBUKLINGGAU – SMPN 10 Lubuklingau mengadakan sosialisasi akreditasi berpola instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020, Selasa (26/1).

Acara dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lubuklinggau, Dr Dian Chandera dengan menghadirkan pemateri dari Asesor BAN Sumsel, Maspa Korbani dan Pengawas Pembina SMPN 10 Lubuklinggau, Amin Jaya. Hadir pula Kepala SMPN 10 Lubuklinggau, Syamsir Alam dan seluruh jajaran guru dan staf.

Dalam sambutannya, Kadisdikbud menyampaikan, pendidikan adalah proses panjang dalam membentuk peserta didik yang berkarakter. Dalam proses tersebut selalu mengalami perkembangan yang selalu mengarah pada pembentukan karakter peserta didik dengan berbagai metode yang disesuaikan.

“Mutu kelulusan merupakan komponen penting dalam dunia pendidikan yang harus diartikan secara luas. Mutu kelulusan, bukan hanya bicara tentang besernya pencapayan nilai mata pelajaran yang diperoleh peserta didik namun kepada sikap dan prilaku mereka yang kelak akan menjadi terapan dan juga akan mereka aplikasikan dilingkungan dimana mereka berada,” jelas Dian seraya menambahkan, keberhasilan seseorang sedikitnya diukur dari kemampuan ilmu pengetahuan, prilaku dan spiritual.

Pemateri Maspa Korbani, menjelaskan bahwa pola IASP memiliki empat komponen utama yaitu Mutu Kelulusan, Proses Belajar, Mutu Guru dan selanjutnya Menejemen Sekolah. empat komponen tersebut memiliki bobot penilayan sebesar 85%. Selanjutnya komponen Adminstrasi yang berbodot 15% yang mencakup aspek-aspek sarana prasarana, pembiayaan, dan juga kurikulum sekolah.

“Ada perbedaan antara Akreditasi pola lama dengan pola IASP dalam pelaksanaan akreditasi, jika pola lama pelaksanaan akreditasi dilaksanakan lima tahun sekali, pada pola IASP dilakukan berdasarkan input kinerja tahunan,” terang dia.

Maspa menambahkan, apabila data yang diinput tersebut mengalami kinerja tahunan maka sekolah/madrasah tersebut akan menjadi operasi atau sekolah sasaran akreditasi.

“Apabila input data mengalami kestabilan kinerja maka status akreditasi akan diperpanjang dan jika kinerjanya tersebuat mengalami peningkat, maka Sekolah tersebut akan diberi reword atau di perbolehkan untuk mengusulkan ke predikat yang lebih tinggi,”katanya.

Selanjutnya Pengawas Pembina SMP Negeri 10 Lubuklinggau, Amrin Jaya berharap, sosialisasi ini membuat perubahan dan peningkatan dalam berbagai aspek pendidikan yang dilaksanakan di setiap lingkungan sekolah.

“Baik dari sisi administrasi, kompetensi, sampai pada peningkatan kinerja sekolah sehingga proses akreditasi berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan,”ujarnya.

Senada dengan apa yang diharapkan oleb pengawas pembina, Kepala sekoah SMP Negeri 10 lubuklinggau menambahkan bahwa dengan adanya sosialisasi in menjadi modal dalam persiapan pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan.

“Saya pun berharap agar jajaran guru dan staf dapat melaksanakan dan merealisasikan materi yang telah di sampaikan oleh pemateri atau instruktur.”tutupnya*Maw/dkj

Sumber Berita Selengkapnya…