Silaturahmi Tokoh Agama, Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Kabarkite.com, Lubuklinggau – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Lubuklinggau, Jumat siang (15/1), menggelar silaturahmi awal tahun 2021 bertema “Memperkuat Kerukunan Umat Beragama di Kota Lubuklinggau” di Aula Subkoss Garuda Sriwijaya dengan menerapkan prokes.

Silaturahmi dan dialog ini, diharapkan menghasilkan buah fikir bersama untuk mengukuhkan keberagaman umat beragama di Lubuklinggau demi terwujudnya Linggau Metropolis Madani. Terlebih, FKUB juga berencana menunjuk satu wilayah menjadi kampung kerukunan yang harus didukung masyarakatnya.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Dewan Pembina FKUB yang juga Wakil Walikota H.Sulaiman Kohar, Kapolres AKBP Nuryono, Dandim 0406 diwakili Kapten Inf Tegi, Kajari Willy Ade Chaidir, Kemenang melalui Kasi Muslim, Ketua Dewan Penasehat Adat H Abunawas. Hadir juga Ketua Ormas Agama, pemuka lintas agama Kristen, Hindu, Budha, ormas kepemudaan dan undangan lainnya.

H. Ismuridjal Umar selaku Ketua FKUB menyampaikan, masih banyak belajar dan silaturahmi terhadap kerukunan umat ini. “Banyak pemuka dan tokoh agama yang hadir, jadikan kami pemeluk beragama yang baik, jangan pernah bosan mengajari FKUB menjadi orang-orang yang ikhlas,” sampainya dalam sambutan.

Sedangkan Kapolres AKBP Nuryono menyampaikan, toleransi mudah diucapkan tapi sulit diterapkan.

“Kata ketua FKUB tadi, butuh keikhlasan yang harus dipupuk dan tingkatkan. Kita sudah punyai toleransi yang baik, ditambah lagi keikhlasan. Inilah yang menyejukkan bersama umat-umat kita,” jelasnya.

Selain itu, situasi pandemi Covid ini, tetap menerapkan prokes, mulai dari jemaahnya hingga tempat ibadahnya.

“Ketertiban ini jangan buat kita kendor kendati sudah ada vaksin. Berkaitan vaksin banyak beredar informasi yang tidak benar, kami sampaikan info itu tidak benar yang perlu diantisipasi,” tambahnya.

Kemudian, Ketua Dewan Pembina FKUB H.Sulaiman Kohar yang juga Wawako Lubuklinggau mengajak, cita-cita Lubuklinggau Metropolis Madani, merupakan cita-cita masyarakatnya yang penuh dengan kemajemukan.

“Jaga dan lestarikan keharmonisan ini, sehingga Lubuklinggau tetap menjadi kota yang nyaman dan aman bagi masyarakatnya,” ungkapnya.(*)