Rumah Singgah Muratara Menginspirasi Dosen Keperawatan Jiwa Sebagai Lahan PENGABMAS

Kabarkite.com, Palembang – Bupati Muratara H. Devi Suhartoni yang merupakan penggagas pendirian Rumah Singah Muratara yang saat ini telah terwujud sebagai Rumah Singgah berada di Kota Palembang. Rumah Singgah ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Muratara yang karena ada keperluan khususnya bagi keluarga pasien yang sedang melaksanakan proses pengobatan bagi keluarganya. yang dirujuk berobat di kota Palembang. Sehingga masyarakat Muratara yang sangat membutuhkan dapat terbantu untuk sementara menetap tinggal di rumah singgah yang telah disediakan.

Terwujudnya rumah singgah ini, sebagai salah satu upaya Pemerintah KabupatenMuratara untuk mencapai Visi yaitu“ Mewujudkan “CITRA (Cepat, Inovatif, Transparan, Responsip, Akuntabel) Musi Rawas Utara BERHIDAYAH.”. Sebagai Implementasinya Bupati Muratara telah mempunyai program pengobatan gratis dari Pemerintahan Kabupaten Musi Rawas Utara,melalui pelayanan pengobatan gratis bagi masyrakat. Hal ini terlihat dari salah satu programnya berupa tersedianya Rumah Singgah ini.

Penulis sebagai Dosen Ilmu Keperwatan jiwa sangat kagum atas dedikasi dan program serta keberhasilan yang telah dilakukan oleh BupatiMuratara, H. Devi Suhartoni, mewujudkan rumah singgah  yang merupakan satu-satunya rumah singgah berada di pusat kota Palembang. Lokasinya sangat strategi dan cukup luas yang tidak dimiliki oleh kabupaten lainnya. Manfaat utama dari rumah singgah ini yaitu memberikan pelayanan tempat tinggal gratis bagi warga Muratara yang menjalani pengobatan selama di Palembang. Warga Muratara yang ingin berobat ke Palembang tentunya tidak perlu bingung lagi untuk mencari tempat tinggal sementara, hanya cukup dengan menunjukkan KTP, pelayanan ini tidak sampai disitu tetapi juga diberikan bantuan oleh pengurus rumah singgah yang akan siap membantu dalam pengurusan pelayanan berobat ke beberapa rumah sakit rujukan di Palembang. 

Rumah Singgah Rakyat Muratara ini beralamat Jalan Kikim 1, Blok S Nomor 7, Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Simpang Lampu Merah Angkatan 45 Kota Palembang. Fasilitas yang ada di Rumah Singgah 2 lantai, 8 kamar tidur, 20 kasur, mobil ambulan, ruang makan, ruang tamu, kamar mandi, dapur. Ulasan diatas, tentunya sangat mengungah 2 orang dosen keperawatan jiwa berasal dari amal usaha persyarikatan bidang pendidikan Muhammadiyah dan Aisyah Palembang  yaitu Dr. Suzanna, S.Kep, Ns, M.Kep (Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah), Widya Arisandy, S.Kep, Ns, M.Kes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyah). Hari Jumat, 5 November 2021, kami melakukan kunjungan langsung ke lokasi dan disambut hangat oleh pihak pengurus, Edwar Rais dan penghuni rumah singgah. Dari hasil mewancarai salah satu penghuni, menanyakan respon terhadap rumah singgah ini.“ menjelaskan  sangat terbantu, dengan adanya rumah ini “ mereka semua mengucapkan terimakasih  pada Bupati Muratara,H. Devi Suhartoni yang sangat peduli dengan warganya”

Melihat dan mendengar berbagai harapan dan keinginan dari pasien terminal (kasus kanker, gagal ginjal, tumor, dan berbagai kelainan congenital pada anak) pendamping pasien yang menetap sementara di rumah singgah, kami sebagai dosen Keperawatan Jiwa merasa terpanggil untuk menselaraskan program kami sebagai Dosen terutama dalam Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Untuk ikut memberikan dukungan dan dorongan yang nyata bagi penghuni rumah singgah yang sangat memerlukan dukungan emosional dari tenaga kesehatan agar tetap bersemanga tuntuk menjalani pengobatan di RS. Konsep ini mendapat respon yang sangat baik dari RektorIKesTMuhamadiyah, Heri Shatriadi CP.,M.Kes yang sejak awal memberikan motivasi untuk terus mewujudkan pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Kami berdua merasa terinspirasi dengan jiwa melayani yang dimiliki Bupati Muratara serta ingin dapat terlibat langsung memberikan kontribusi. Suzanna sedang merancang sebuah program bersama dengan tim yakni“pendampingan psikologis bagi pasien terminal dan pendamping melalui beberapa terapi modalitas seperti supportive therapy, logotherapy, afirmasi positive dan teknik distraksi” selama menjalani pengobatan di RS Rujukan di Palembang.

Sementara, itu inisiatif serta ide lainnya juga muncul dari  Widya Arisandy yang akan melakukan upaya promosi kesehatan berupa edukasi psikososial dan motivasi ditujukan tidak hanya bagipasien juga pendamping pasien serta dilengkapi dengan penataan ruang khusu sedukasi. Berbagai kegiatan mulai dari terapi modalitas, edukasi serta pendampingan individu akan mengisi kegiatan layanan kesehatan jiwa di rumah singgah yang secara regular terprogram sebagai penguataan emosional dan spiritual ditujukan bagi pasien terminal dan pendampingnya selama menjalani pengobatan RS yang menetap sementara di rumah singgah Muratara. Tentunya, rancangan program ini memerlukan koordinasi dari berbagai pihak, terutama pihak pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara dan Institusi Pendidikan.(Szn-Wa)

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite