Dalam upaya meningkatkan peran sosial dan pemberdayaan masyarakat, Pihaknya berkomitmen untuk memperbanyak kerja sosial yang sejalan dengan program pemerintahan Prabowo-Gibran. Hal ini menunjukkan keseriusan mereka dalam memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Surat kabar sebelumnya melaporkan bahwa Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan penilaian kritis terhadap wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian tertentu. Ia menganggap hal tersebut tidak sejalan dengan arah reformasi yang telah ditempuh Indonesia sejak tahun 1998.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa posisi Polri akan tetap berada di bawah Presiden. Ini dianggap sebagai komitmen Korps Bhayangkara dalam menjaga profesionalisme dan netralitas kepolisian. Haedar mengungkapkan pentingnya posisi ini untuk memastikan Polri dapat tetap profesional, netral, dan fokus pada tugas utama menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Hal ini ditegaskan juga oleh Mardiansyah Semar, Ketua Umum Rampai Nusantara, yang menyatakan pentingnya kontribusi serta kemanfaatan bagi seluruh masyarakat sesuai dengan tujuan organisasi ini dibentuk.
Sekretaris NCB Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menegaskan bahwa buron Interpol dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak, Mohammad Riza Chalid, hanya memiliki satu paspor, yakni paspor Indonesia. Proses penyelidikan yang dilakukan Polri menunjukkan bahwa mereka sudah memetakan keberadaan Riza Chalid dan menjalin komunikasi dengan negara tempatnya bersembunyi. Kami bisa membuktikan bahwa tindakan yang dilakukan Riza di tempat kami juga dianggap sebagai kejahatan di negara tempat ia bersembunyi, pungkasnya.
Dalam pernyataan yang lebih lanjut, Haedar menekankan bahwa kasus Riza Chalid memerlukan waktu yang lebih untuk menyamakan persepsi tentang tindak pidananya. Ia juga berpendapat bahwa alih-alih mengubah struktur kelembagaan, Indonesia seharusnya lebih fokus pada konsolidasi reformasi yang telah berjalan sejak 1998. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah munculnya persoalan baru yang dapat mengganggu arah reformasi tersebut. Dengan kata lain, memang diperlukan langkah-langkah strategis agar institusi negara seperti Polri dan TNI dapat diselesaikan melalui reformasi internal yang lebih substantif.
Kemudian mengenai proses red notice yang diterbitkan oleh Interpol untuk Riza Chalid, Haedar menjelaskan bahwa lambannya proses pengajuan ini bisa disebabkan oleh perbedaan sistem hukum antara satu negara dengan negara lainnya. Untung menegaskan bahwa Polri selalu berkomitmen untuk menjaga independensinya dan membatasi intervensi lembaga manapun, termasuk kementerian. Hal ini sejalan dengan semangat reformasi untuk memastikan bahwa kekuasaan Polri tidak terganggu oleh kepentingan politik.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kesempatan kepada ratusan atlet untuk bergabung sebagai personel Polri. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat organisasi serta menegaskan kembali komitmen Polri dalam menjaga dan melayani masyarakat. Hasil reformasi 1998 menjadi panduan bagi Polri untuk tetap berada di bawah Presiden, sesuai dengan amanat reformasi yang telah disepakati.
Haedar berbagi pandangan bahwa perubahan struktur kelembagaan hanya akan menciptakan lebih banyak komplikasi dan masalah dalam pelaksanaan reformasi. “Kami mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden sebagaimana amanat Reformasi. Proses reformasi harus terus berjalan dan diselesaikan melalui langkah-langkah internal yang lebih substantif,” tambahnya.
Dengan berbagai langkah ini, diharapkan Polri dapat mengoptimalkan kinerjanya dan tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip reformasi yang telah digariskan. Hal ini tidak hanya akan berdampak positif pada penanganan kasus-kasus kriminal tetapi juga pada penciptaan keamanan yang lebih baik di masyarakat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292482/original/028766300_1783598464-Menteri_Lingkungan_Hidup__LH__Mohammad_Jumhur_Hidayat-_9_Juli_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297006/original/029688800_1784046320-IMG_1937.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296920/original/070605500_1784033609-ChatGPT_Image_11_Jul_2026__19.43.33.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7070428/original/064493000_1779849025-IMG-20260526-WA0145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292892/original/019035300_1783663723-jam7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573145/original/028310300_1777882403-cuaca.jpeg)
RADIO PAPEJA 101.8 FM
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3506454/original/048190800_1625843212-ilustrasi-gempa-bumi-istock--2_ratio-16x9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296926/original/028949100_1784034568-Menteri_Komunikasi_dan_Digital__Menkomdigi__Meutya_Hafid-14_Juli_2026d.jpeg)