Polres Lubuklinggau Di Minta Transparan

LUBUKLINGGAU, MP – Kasus pencurian dengan kekerasan disertai penganiayaan yang di alami ND (24) warga Jl Bangka RT 02 Kelurahan Linggau Ilir Kecamatan Lubuklinggau Barat II pada tanggal selasa 22/6/2021 lalu, belum menemui kejelasan dari pihak kepolisian lubuklinggau. Sabtu 18/09/2021.

Berdasarakan surat laporan Nomor : STTLP/B/133/VI/2021/SPKT/Polres Lubuklinggau/Polda Sumatra Selatan, bahwa korban sudah melakukan pelaporan atas kejadian tersebut, dan pihak kepolisian di minta agar serius dalam menangani kasus pencurian dengan kekerasan disertai penganiayaan.

Dikatakan korban ND (24) bahwa sampai saat ini ia maupun keluarga besarnya belum menerima informasi dari pihak kepolisian.

“Saya tidak menerima apapun dari penyidik apalagi surat pemberitahuan perkembangan hasil pemeriksaan (SP2HP) kecuali surat tanda lapor, dan beberapa hari yang lalu saya menemui penyidik untuk dimintai keterangan lagi karena sebelumnya, kami belum memasukan delik aduan atas perampasan HP saya itu,” kata korban.

Ia (korban) berharap agar pihak kepolisian segera memberikan informasi kepadanya atau keluarganya mengenai kasus yang di alaminya. Hingga saat ini korban masih terbayang-bayang dan mengalami trauma.

“Sumpah aku masi terbayang-bayang terus dengan kejadian itu, tangan aku luka sobek dengan 27 jahitan terus HP aku jugo di rampas dengan paksa,” ungkap korban.

Abdul Hamim yang merupakan paman korban membenarkan, emang betul pihak keluarga masi abu-abu mendapatkan informasi mengenai kasus ini.

“Saya juga sengaja tidak mendampingi langsung keponakan saya ini, karena saya juga ingin melihat akuntabilitas dan transparansi dari penyidik polres lubuklinggau untuk kasus keponakan saya ini”, ungkap Hamim yang merupakan aktivis MLM.

Lanjut Hamim, ia juga menanyakan Surat Pemberitahuan Perkembangan hasil penyelidikan ( SP2HP) keponakannya yang saat ini belum di terima keluarganya

“Kita tahu SP2HP ini wajib diberikan penyidik kepada korban/keluarganya walaupun tidak diminta sama sekali, karena kami anggap ini adalah hak kami sebagai korban, dan sekaligus sebagai pelapor, guna mengetahui sampai di mana proses laporan ini ditindak lanjuti oleh pihak penyidik,” pungkas Hamim.

Kasat Reskrim AKP M Ismail saat di konfirmasi melalui via WhatsApp menyampaikan, bahwa ia meyakinkan pihak penyidik sudah memberikan SP2HP kepada pihak korban.

“Sudah di kasih terus ndo, ini ndo nomornya, kemarin sudah di kasih terus infonya, tapi nanti saya cek lagi ndo,” ungkap kasatres melalui via WahatsApp.

Setelah mendapat kontak penyidik tersebut awak media langsung mengkonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut, sampai saat ini Aipda Agung pidum kasatreskrim belum memberikan jawaban. (**)

The post Polres Lubuklinggau Di Minta Transparan appeared first on MediaPerubahan.Com.

Sumber : Berita Selengkapnya…

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite