Hari

Polisi Memburu Pelaku Pengeroyokan di Mata Elang dan Pembakaran Warung di Sekitar TMP Kalibata: Keberanian Warga Diuji!

Laporan oleh Ayu
Bagikan
Polisi Memburu Pelaku Pengeroyokan di Mata Elang dan Pembakaran Warung di Sekitar TMP Kalibata: Keberanian Warga Diuji!, 12, Desember, 2025, 06:41:46. Tag: News

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menerangkan, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jaksel bersama Polda Metro Jaya dan Polsek Pancoran sudah turun melakukan penyelidikan secara paralel.

Buntut pengeroyokan itu, sekelompok massa merusak dan membakar warung-warung di sekitar kawasan Taman Makam Pahlawan, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12/2025) malam.

Fokus utama penyelidikan ialah mengungkap pelaku pengeroyokan dan sekaligus mengidentifikasi massa yang merusak dan membakar warung-warung di sekitar Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Kasus ini masih dalam penyelidikan, kami masih mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap kasus ini, kata dia kepada wartawan, Kamis (11/12/2025) malam.

Polisi masih menyelidiki kasus pengeroyokan dua orang debt collector atau mata elang (matel) di Kalibata, Jakarta Selatan.

Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur mengungkapkan kronologi pengeroyokan dua mata elang di depan TMP Kalibata. Dia menerangkan, kejadian bermula ketika dua matel menghentikan seorang pengendara motor di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata sekitar pukul 15.30 WIB.

Dari kejadian ini, satu korban mengalami penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dan yang satu lagi mengalami luka berat.

Terkait kejadian ini, kepolisian juga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada kelompok massa yang kembali berkumpul.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menyatakan, empat anggota Polres Metro Jakarta Timur saat ini masih berada di Pati untuk menyelidiki kasus pencurian mobil sewaan. Nicolas berharap korban selamat dapat memberi keterangan yang jelas begitu stabil.

Kurang lebih 4-5 orang, ini menurut keterangan saksi ya, kata Mansur. Mansur memastikan tidak ada luka tembak maupun penggunaan senjata tajam dari kedua tubuh korban.

Insiden tersebut mengakibatkan satu orang di antaranya meninggal dunia dan satu lagi mengalami kondisi kritis. Kita doakan supaya bisa selamat, bisa hidup dan bisa membuka, menceritakan yang sebenarnya, ucap dia.

Personel gabungan dari Brimob, Samapta Polda, Sat Samapta Polres, hingga Polsek Pancoran telah turun mengamankan situasi. Anggota dari brimob, patra dan juga Polda serta polres sudah berada di TKP untuk mengamankan lokasi kejadian.

Menurut penjelasan, setelah diberhentikan, tiba-tiba pengguna mobil di belakangnya membantu. Dia menyebut, para pelaku melakukan penganiayaan dengan tangan kosong. Nicolas mengatakan, satu korban selamat meski mengalami luka berat.

Dia meminta masyarakat tidak main hakim sendiri, melainkan melapor jika ada persoalan hukum. Segala sesuatu tolong dilaporkan untuk ditangani secara hukum yang berlaku di Indonesia, ucap dia.

Dia meminta warga tidak khawatir dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Silakan beraktivitas seperti sedia kala. Sampai saat ini situasi TKP sudah aman terkendali.

Tak lama kemudian, beberapa orang dari sebuah mobil turun dan langsung mengeroyok kedua anggota matel tersebut. Korban dipukul bertubi-tubi lalu diseret ke tepi jalan dalam kondisi sudah tak berdaya. Para pelaku lalu kabur meninggalkan kedua matel bersimbah darah.

Tidak ada senjata tajam yang digunakan, hanya tangan kosong saja, ujar dia. Hingga malam ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan. Karena kejadiannya begitu cepat. Keterangan saksi menyampaikan seperti itu, hanya hitungan beberapa menit, ucap dia.

Bagikan
Berita Terkait