Pintu Keluar-Masuk Tol Bengkulu-Lubuklinggau sudah Disiapkan di Lingkar Selatan, Tol Rampung ke Bengkulu Bisa 1,5 Jam

LINGGAUMETROPOLIS.COM–Proyek jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau saat ini masuk ke tahap pembebasan lahan khususnya seksi 3 Kepahiang-Lubuklinggau.

Pembangunan jalan tol Bengkulu Lubuklinggau dibangun dalam tiga seksi, seksi pertama ruas Bengkulu-Taba Penanjung (17,6 KM), Seksi ke 2 Taba Penanjung-Kepahiang (23,7 km)dan seksi tiga ruas Kepahiang-Lubuklinggau (54,5 KM). Total panjang ruasnya 95.8 KM.

Pemerintah pusat menargetkan di 2023 ketiga seksi ini sudah tersambung atau dengan kata lain tol Bengkulu -Lubuklinggau rampung. Dengan demikian maka akses dari Lubuklinggau ke bengkulu atau sebaliknya bisa ditempuh dalam 1 -2 jam saja,sesuai dengan ketentuan kecepatan kendaraan

Sesuai peraturan yang berlaku, kecepatan paling rendah yang diizinkan di tol Indonesia, 60 km/jam.

Untuk batas kecepatan maksimum, 80 km/jam untuk tol dalam kota dan 100 km/jam tol luar kota. Anda bisa mengikuti batas bawah atau mengambil tengahnya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lubuklinggau, M Asril Asri mengatakan, semua pembangunan tol Bengkulu Lubuklinggau dilakukan oleh pemerintah pusat.

“2020 ini dalam proses pembebasan lahan diharapkan tahun 2021 mendatang sudah selesai. Kemudian pertengahannya konstruksi sudah jalan,” kata Asril.

Ia mengungkapkan, meski untuk wilayah Kota Lubuklinggau masih dalam tahap pembebasan lahan, namun untuk wilayah provinsi Bengkulu progresnya sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu.

“Untuk anggaran semuanya pemerintah pusat, mulai dari konsultan dan kontrak karyanya,” tutur Asril.

“Pemkot hanya menyiapkan lahan, anggaran pembebasannya pun juga menggunakan anggaran dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Untuk exit tol-nya (keluar masuk) di wilayah Lingkar Selatan. Jalannya sudah kita cor sekaligus jalan menuju kawasan industri kita, itu yang kita siapkan,” bebernya.

“Untuk exit tol ini bahkan tempat lain belum ada yang menyiapkan sementara kita sudah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, untuk tahun ini Pemkot Lubuklinggau mendapat Bantuan Gubernur sebesar Rp 65 miliar.

Dari jumlah itu, dana sebesar Rp 15 miliarnya untuk pembangunan kawasan wisata terpadu.

“Sedangkan Rp 50 miliar-nya untuk pembangunan lainnya dan mengakomodir pokok pikiran dari pihak provinsi. Mulai membangun jalan, jembatan serta bangunan lainnya,” katanya.(*)