Perjuangan Walikota Lubuklinggau “Lolos” Dari Fase Kritis Terserang Virus Corona

HARI itu 17 Agustus 2020 kami tidak melihat pria berseragam putih-putih lengkap dengan atributnya mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI ke-75).

Dalam hati bertanya kemana pria yang terkenal gesit yang tak pernah bisa diam dalam menangani pandemi covid 19 itu.

” Mano pak wali, biasonyo selalu ado,”gumam saya dalam hati.

Ternyata tidak hanya saya yang bertanya hal tersebut, beberapa orang lainnya juga bertanya-tanya.

Hari itu kami mendengar kabar yang membuat kami kaget bercampur sedih, Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe atau yang akrab kami sapa Kak Nanan jatuh sakit dan terpapar virus corona.

Kami cukup sering mengikuti perjuangan Walikota Lubuklingau, Kak Nanan menangani peyebaran corona sejak pandemi ini menyerang dibulan Maret lalu.

Dia terlihat tidak pernah lelah, tidak kenal waktu, sangat sibuk kesana kemari dan melakukan berbagai langkah dan ide bagaimana menghentikan penyebaran cobid 19.

Dihari kemerdekaan RI mungkin menjadi puncak kelelahannya, kesehatannya memburuk ditambah lagi virus itu masuk kedalam tubuhnya.

Kami mengutip cerita perjuangan Kak Nanan dalam menghadapi fase kritis terserang virus corona dari tulisan istri walikota Hj Yetti Oktarina Prana di akun facebook @Rina Prana

Rina begitu sapaanya menceritakan dari awal terpapar hingga Kak Nanan melewati fase yang sangat mengkhawatirkan tersebut.

“Alhamdulillah,.. kalau bukan karna Allah SWT kabulkan semua doa dari kita semua yang mengasihi beliau, mustahil rasanya melewati ini semua.

Qadarullah, suami saya di nyatakan positif Covid 19 pada tanggal 17 Agustus 2020
Sebelum nya pada tanggal 16 tim dokter sudah mencurigai Covid 19 berdasarkan hasil Rapid dan rontgen paru.

Tanggal 17 beliau mulai dirawat di RS Ar Bunda Lubuklinggau.
Dan tim Dokter sudah mencurigai ada yang “tidak biasa” sedang terjadi dengan beliau.
Sejak tanggal 17 Agustus Konsentrasi dan kesadaran terus menurun, gerakan gerakan yang beliau lakukan hampir semuanya adalah gerakan refleks dan yang mulai membuat kami semua khawatir beliau bahkan tidak mengenali anak anak nya sendiri yang menghubungi nya lewat video call..!!

Beliau punya riwayat ketidak seimbangan hormon akibat pola hidup selama ini (makan, tidur dan istirahat yang sembrono dan tidak teratur diduga kuat sebagai biang keladi nya).
Sebetulnya ini sudah mulai membaik tapi tentu saja belum sempurna.

Tanggal 17 Agustus tim Dokter di Lubuklinggau (Dinkes dan RS Ar Bunda) menemukan bahwa kadar Natrium dan Kalium dalam darah beliau turun melebih batas normal, dan Qadarullah terus turun sampai tanggal 19 Agustus, penurunan ini terus memperparah daya ingat dan konsentarasi beliau.
Pada saat itu tidak ada satu pertanyaan sederhana pun yang kita tanyakan pada beliau mampu dia jawab..
hanya… eeee… aaahh seraya mengusap wajah.
Sedih sekali melihat nya, dia yang secerdas itu tiba tiba berubah seperti orang yang tidak tau apa apa.
Segala upaya sudah di lakukakan oleh tim dokter di Lubuklinggau, tapi tidak juga memberi hasil yang seperti kita harapkan.

Tanggal 19 Agustus Tim Dokter menyampaikan kepada saya bahwa keadaan suami saya semakin mengkhawtirkan dan sangat mungkin fungsi otaknya tidak bisa bertahan bila tidak mendapatkan perawatan sesuai yang di butuhkan, dan keadaan beliau belum pernah sama sekali terjadi di rumah sakit kita di Lubuklinggau sehingga tim dokter kita sama sekali belum punya pengalaman menangani kasus serupa.

Tanggal 19 Agustus jam 17.00 Alhamdulillah Allah takdir kan beliau bisa terbang ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan sehatnya.
Alhamdulillah teman teman Tim Dokter RS AR Bunda Lubuklinggau pada hari itu berhasil menjaga agar kadar Natrium dalam darah beliau tidak terus turun dan memastikan beliau cukup kuat untuk berangkat ke Jakarta.

Hari hari pertama di Jakarta saya cukup lega karna masalah hormonal beliau segera bisa di tangani oleh tim Dokter RS Carolus Jakarta.
Drama baru di mulai beberapa hari kemudian.
Tanggal 24 Agustus Saturasi Oksigen mulai turun tanpa sesak dan selang oksigen mulai harus di pasan.
Puncak Drama Covid 19 nya terjadi tanggal 26 Agustus ketika Dokter mengabari saya bahwa suami saya memasuki masa kritis Covid nya, dan terjadi perburukan pada paru nya,..

Covid berhasil menyerang paru beliau, dan tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali memberi semangat beliau dan meyakinkan bahwa dia akan mampu melewati ini semua dan tentu saja doa pada Allah SWT, berharap agar Allah SWT gerakkan semua nya untuk kesehatan suami terkasih, saya sampaikan kepada Allah SWT yang Maha Baik bahwa saya sangat ingin menua bersama nya.

Saat itu Dokter mengatakan kepada saya bahwa kita bisa melihat apakah kita mampu melewati fase krusial Covid 19 ini dalam 3 hari kedepan, bila dalam 3 hari kedepan suami saya menunjukan perbaikan kesehatan maka kemungkinan besar kita akan mampu dan berhasil melewati nya.

Alhamdulillah kemarin tanggal 4 September 2020 dia yang saya kasihi sudah bisa pulang kerumah untuk melanjutkan isolasi mandiri.
Sebelum pulang dokter menyampaikan kepada saya agar tidak bosan mengingatkan kepada suami untuk ekstra hati hati.
Karna orang dengan sistem imun dan masalah hormonal seperti suami saya seharus di Rumah Saja saat Pandemi seperti ini, tapi ini mungkin sulit beliau lakukan mengingat tugas dan tanggung jawab nya.
Sehingga dokter membekali kami dengan banyak wejangan agar bisa selamat dari serangan Virus ini.

Menutup pembicaraan Dokter bilang “saya pribadi baru menemukan kasus seperti ini, Covid 19 menyerang otak dan ini sangat mengerikan”. !!

** cerita saya tulis dan bagikan barangkali ada manfaat nya buat kita semua.

** dokter yang saya sebut dalam cerita tidak spesifik pada satu dokter dan spesialis ilmu nya, karna kebetulan di Lubuklinggau suami saya ditangani oleh tim (3 dari ArBunda dan 2 dari Dinkes Lubuklinggau)
Di Rs Carolus jakarta beliau ditangani oleh Tim yang terdiri dari lima dokter dengan spesialis dan sub spesialis yang berbeda beda. 🙏🏻🙏🏻

Semoga Allah SWT karuniakan kesehatan yang baik untuk kita semua.”

Artikel Perjuangan Walikota Lubuklinggau “Lolos” Dari Fase Kritis Terserang Virus Corona pertama kali tampil pada Linggau Metropolis.