Perihal Musorkot KONI, Kader Gorkar Menduga Dipecat

Beligat.com, LUBUKLINGGAU – Kepengurusan dalam tubuh Partai Golkar Lubuklinggau nampaknya saat ini tengah bergejolak.

Hal ini dilihat dari adanya salah seorang pengurus Partai Golkar 5 tahun belakang, dikeluarkan dalam group WhatsApp DPD Golkar Llg. Akibatnya kader tersebut kesal dan mempertanyakan hal itu. Bahkan menduga dirinya telah dipecat partai.

Foto. Suharto

Suharto selaku Wakil Ketua Bidang Kominfo DPD Golkar Lubuklinggau 5 tahun terakhir, merupakan orang yang dikeluarkan oleh pengurus golkar dalam group WA tersebut.

Kepada Wartawan, Kamis (21/1) Suharto menyayangkan dirinya dikeluarkan dari group WA. Ia menduga ada keterkaitan dengan pemilihan musorkot Koni lalu. “Sayakan megang cabor wushu, arahnya dukung Bambang, mungkin dengan adanya ini,diangap tidak mendukung “dia”, seperti itu. Saya kira tidak alasan lain,”ketusnya.

Dan lagi, lanjutnya, Musorkot Koni tidak terkaitan partai politik. Bahkan Suharto mengaku dirinya paling aktif di Golkar. “Sangat menyayangkan kejadian ini, padahal Koni tidak terkait partai politik,”akunya.

Suharto berharap ada penjelasan, maksud dan tujuan dirinya dikeluarkan dari group WA. Kemudian, jika ia ada salah, Suharto minta penjelasan dimana letak kesalahan yang ia perbuat.

Dalam kesempatan ini, Suharto tidak berasumsi dirinya dipecat, namun ia masih menduga-duga, karena ia belum melihat SK kepengurusan DPD Golkar yang baru.

“Saya masih menduga saja, karena saya belum melihat SK baru ataupun belum menerima surat pemecatan, tapi saya dikeluarkan dari group WA,nah ada apa saya dikeluarkan itu. ini yang jadi pertanyaan,”terangnya.

Suharto mengaku tidak ada persoalan kalau memang diberhentikan. “Ngak jadi beban, saya bukan anggota dewan juga, saat dikeluarkan dari group, saya sudah telpon sekretaris, hanya saja tidak diangkat, itu yang buat saya bertanya-tanya, ada apa,”terangnya.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Lubuklinggau H Rodi Wijaya diwakili Wakil Ketua Bidang Organisasi Yani Rizal membantah dan menanyakan siapa yang melakukan pemecatan itu.

“Seharusnya dia ke Kantor Golkar menanyakan, masih di Golkar atau tidak,”tegas Yani Rizal akrab disapa Uda Buyung ini.

Terkait dugaan perihal musorkot KONI kemarin, dengan tegas Buyung mengatakan hal itu tidak keterkaitan antara partai dengan Koni. “Tanya dengan dia, yang mengeluarkannya siapa dan keluar dari WA group belum tentu keluar dari partai, itu kan group,”terangnya.

Buyung menduga, Suharto terbawa perasaannya sendiri. Seharusnya ke kantor golkar dan menanyakan perihal nya itu. Tidak ada keterkaitan KONI dengan Golkar, hal itu menurutnya berbeda.

“Tidak ada urusan politik dengan olahraga,”tegas Buyung.

Seharusnya lanjut buyung, Saudara Suharto bertanya dirinya masih ada atau tidak di SK kepengurusan yang baru. Kalau tidak ada namanya dalam kepengurusan, berarti masa kepengurusannya diperiode lama sudah habis.

“Ketika tidak ada di SK baru, bukan berarti itu dipecat, tidak menjadi pengurus, tapi masih tetap jadi kader golkar,dan itu harus dibedakan,”bebernya.

Pemecatan sendiri lanjut Buyung, tidak mudah, yakni mesti melalui mekanisme ke mahkamah partai , namun kalau melanggar aturan partai akan diberikan teguran dan surat peringatan. “Kalau dirinya merasa divonis dipecat,itu perasaannya sendiri,tanyakan ke dia, yang memecat itu siapa dan mengeluarkan itu siapa,”pungkasnya.*Dkj/Akew/HS

Sumber Berita Selengkapnya…