Muratara Di Cap Kabupaten Termiskin Disumsel

Muratara–Gubernur Sumatera Selatan melalui wakil gubernur H.Mawardi Yahya angkat bicara setelah Sumsel mendapatkan peringkat 10 nasional dalam kategori miskin Secara finansial hasil Pendataan badan statistik Nasional kwartal tahun 2020,Kamis (18/2/2021).

Dijelaskan wakil Gubernur Mawardi bahwa hal ini dipengaruhi oleh berbagai Pembatasan yang diberlakukan pemerintah untuk memutuskan penyebaran pandwmi Covid 19 ,sehingga aktivitas perekonomian masyarakat jadi terhambat.

” Untuk meningkatkan kembali perekonomian ,masyarakat mesti mulai Menyesuaikan aktivitas Seperti biasa lagi. Itu sudah ada Perpres diperkuat Pergub yang mengaturnya Sebagai komitmen (Pemprov) untuk mengatasi hal tersebut”, ujar Mawardi.

Sementara itu Kepala pusat Badan Statistik Sumatera Selatan (Sumsel),melalui Kabid statistik sosial ,Timbul P Silitonga ,menjelaskan angka statistik kemiskinan Sumsel kwartal III 2020 cukup tinggi sebanyak 13 persen atau setara dengan 52.490 orang.Persentase tersebut meningkat dibandingkan Pada kwartal III tahun 2019 ,hanya sebesar 12,71 persen.

“Sebelum pandemi terjadi masuk di kwartal I ,Minggu kedua 2020 angkanya stabil turun,Tingkat pengangguran terbuka di sumsel per Agustus 5.51 persen,sedangkan kemiskinan tertinggi di Sumsel dialami masyarakat kabupaten Muratara persentase sebesar 19,12 persen, dan terendah kota pagar Alam 8,9 persen”, jelasnya.

Ihkwal dampak Covid 19 bagi masyarakat ,berdasarkan data oitlook 2020 BPS Sumsel tidak berdampak signifikan dalam hal pencapaian kerja berdasarkan kategori waktu kerja.

” Tingkat pekerja paruh waktu per Agustus 2020 meningkat 27,2 persen dibandingkan Agustus 2019 berada di 26,53 persen.Meskipun memang Tren pekwrja penuh mengalami penurunan dari 64, 25 persen pada Agustus 2019 ke 59,99 Persen di tahun 2020,kemungkinan ditahun ini juga sama”,Ujarnya.
(Rilis).