Membentuk Karakter Insan Mulia di Bulan Sa’ban

LUBUKLINGGAU, MP – Sebelumnya, beberapa orang tamu bercengkrama dibawah atap yang terbuat dari waring ikan, tanpa lentera!

Sembari menunggu perhelatan Isro Mi’raj dimulai, mereka menikmati seruputan kopi, disusul hembusan asap 234. “Masya Allah, kopinya terlalu manis,” imbuh Usken (Ustadz Kendi Arista) yang datang lebih awal dari tamu lainnya?

Tidak lama kemudian, datang utusan panitia memberitahukan bahwa Acara Bersejarah tentang perjalanan Anaknya Abdullah, Cucunya Abdul Muthalib, keponakan Abu Tholib, Suami dari Istri yang setia Siti Khodijah, Ayah dari Fatimah Az-Zahra Putri tercinta, Dia adalah Kekasih Allah SWT, Nabi Muhammad SAW. segera dimulai.

Ruang Musholla Siti Maryam, Panti Budi Mulia, Jalan Bengawan Solo, RT.04, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Utara II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, menyisakan sedikit ruang yang didesain, untuk latar pertunjukan dalam rangka membangun karakter anak Panti. Jum’at, (19/03/2021).

Deno Karno didaulat sebagai Master Ceremoni (MC) dan tampil memukau menata suara layaknya MC profesional, susunan rangkaian acara pun terurai!

Sebagai Koordinator Panti Budi Mulia, Pebriyanti Dwi Sartika mengapresiasi gagasan anak-anak panti tanpa rengekan estimasi anggaran. Alhamdulillah, daun kering ini bagus juga dijadikan latar podium terbuka, “Ini yang saya suka,” kata Pebri.

Dirinya berharap, dengan adanya kegiatan peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah ini, akan menjadikan dirinya beserta anak-anak panti Budi Mulia kearah yang lebih baik lagi.

Sebelum menyuarakan yel-yel “Anak Panti berhak Bahagia.. 3X,” dia memberitahukan bahwa ada sibungsu yang bernama Aril Peterpan dari Desa Batu Pance, Kabupaten Empat Lawang.

Dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Alquran oleh Tenti dan di terjemahkan langsung oleh Salsa.

Sebagai ungkapan rasa mahabah terhadap Nabi Muhammad SAW, Lusiani menuliskannya dalam Bait Puisi yang diberi Judul Sejuta Warna dan Lusi pun tampil membacakan puisinya.

Tak mantap jika tak ada tausyiah, maka Febri Ariansyah dipercayai mampu menyampaikan secara garis besar tentang perjalanan / Isro Mi’raj Rosulullah dalam semalam.

“Barang siapa melaksanakan Sholat, maka ia telah mendirikan agama Allah SWT, dan barang siapa meninggalkan Sholat, maka ia telah meruntuhkan agama Allah SWT.” Kata Ari yang mengaku belajar tausyiahnya hanya satu malam.

Layaknya Ust. Kondang, setelah salam pengatup, Ari diminta untuk menjawab pertanyaan seputar Isro Mi’raj. Setelah menjawab dan juga mengaku tidak bisa menjawab, maka dengan cekatan dirinya minta diakhir acara Ust. Ahmad Rendi Novriansyah, S. Pd. I untuk menjawab pertanyaan dari audiens.

Ust. Robbi Zidni Ilma, S.Pd. I mengawali pembacaan ayat suci Al-Quran dengan ancaman yang serius bagi pemeluk agama Islam yang tidak mempercayai Peristiwa Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW, maka orang tersebut telah murtad, tegasnya sembari membetulkan kaca matanya.

Tibalah diakhir acara, Ust. Kendi Arista diminta untuk memimpin do’a. Namun sebelum berdoa, Ust. Ahmad Rendi Novriansyah, S. Pd. I, bercerita tentang Rajab bulannya Allah, Sa’ban bulannya Nabi Muhammad Saw dan Bulan Romadhon Bulannya Ummat Muhammad Saw.

Dikatakannya, tiga peristiwa di bulan Sa’ban, pertama ; Perpindahan Kiblat dari Baitul maqdis, ke Masjid Haram (Ka’bah) pertiwa Nisfu Sakban tersebut terjadi (15 Sa’ban), kedua, Amal ummat Islam diserahkan atau Dilaporkan. Rosulullah Saw senang saat amal dilaporkan ia dalam keadaan berpuasa. Dan yang ketiga turunnya Perintah Bersholawat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ  ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56).

Untuk itu, Usren sebagaimana Ust. Rendi akrab dipanggil mengajak memperbanyak bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai ungkapan mahaba atas ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Kembali, Usren menekankan untuk mengimani Rosulullah, seperti halnya yang dilakukan oleh Abu Bakar, sahabat Rosulullah yang bergelar Ash-Shiddiq ini ketika ditanya oleh Kafir Quraisy tentang perjalanan Isro Mi’raj. Maka, Abu Bakar Ash-Shiddiq balik bertanya, siapa yang mengatakannya? Muhammad jawab Kafir Quraisy, seketika itu juga, Abu Bakar Ash-Shiddiq mengatakan, Jika Muhammad SAW yang mengatakannya, “Saya Percaya,” tegas Abu Bakar Ash-Shiddiq. (*)

The post Membentuk Karakter Insan Mulia di Bulan Sa’ban appeared first on MediaPerubahan.Com.

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite