Luarbiasa, SMK N 2 Lubuklinggau Konsisten Bantu Anak Dari Kalangan Bawah

LINGGAUMETROPOLIS.COM– Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Lubuklinggau konsisten memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Terbukti, berbagai kebijakan diberikan kepada calon siswa untuk masuk ke sekolah termasuk soal adminitrasi pun diberikan kemudahan dan toleransi bagi orangtua yang memang tidak mampu.

SMK Negeri 2 Lubuklinggau juga memberikan kesempatan bersekolah yang sama kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu atau rentan tidak mampu baik itu anak tukang sapu, tukang becak, petani, dan tukang kebun dan lainnya

Salah satunya terhadap, calon siswa yang kemarin sempat mengaku tidak bisa sekolah, jika tidak melunasi dana titipaj Rp 1.2 juta ,padahal hal tersebut tidak demikian.

Bahkan jadwal registrasi seharusnya 29-30 Juni sudah selesai,namun karena masih ada yang datang pada 1 Juli 2020 tetap dilayani, sebagai wujud pelayanan terbaik untuk generasi muda yang memang ingin bersekolah di SMK N 2 Lubuklinggau.

Adapun,dana Rp 1, 2 juta itu adalah uang titipan dari orang tua siswa untuk membayar semua kelengkapan sekolah,bukan uang administrasi, dana inipun lumrah ada karena semuanya akan dikembalikan ke siswa itu sendiri berupa perlengkapan sekolah.

Uang titipan ini akan digunakan untuk membayar,atribut sekolah,seragam batik,baju olah raga,baju praktik kejuruan,sepatu dan lain lain.

Berdasarkan, penuturan Kepala SMK Negeri 2 Lubuklinggau Eriani didampingi Ketua Panitia PPDB Baharudin, calon siswa tersebut justru diterima tanpa syarat di SMK Negeri 1 Lubuklinggau.

Bahkan, calon siswa tersebut dibantu tanpa membayar sepeserpun biaya adminitrasi yang seharusnya dibayarkan.

Dijelaskan Eriani, sebelum ada berita keluhan orangtua calon siswa tersebut, anak tersebut itu sudah diterima tanpa syarat, dan tidak dimintai untuk membayar sepeserpun hal itu atas bantuan dari pihak sekolah untuk anak tersebut.

Orang tua anak itupun tidak pernah menemui Kepala Sekolah ataupun Panitia PPDB.

” Justru, ya kalau kita runut kebelakang lagi dari mulai tes, salah satu anak tersebut tidak mengikuti tes sesuai jadwal dan seharusnya tidak bisa lagi mengikuti tes, tapi kita kasih kebijakan yang terbaik kita berikan kesempatan karena anak itu kata nya operasi mata,”tuturnya.

Seharusnya kedua anak itu tes pada sesi pertama, tapi salah satunya tidak bisa ikut tes dengan alasan operasi mata, sehingga diberikan kebijakan sekolah sehingga bisa pada sesi berikutnya.

” Kita tidak pernah mempersulit apalagi mengancam tidak bisa sekolah kalau tidak melunasi biaya itu, dari awal kita bantu,”ujarnya.

Saat pengumuman tes justru calon siswa ini baru membuka dan mengetahui kelulusannya di hari terakhir. Hal itu berdasarkan data di aplikasi PPDB.

Kebijakan syarat administrasi yang harus dipenuhi dan diselesaikan saat registrasi itu sengaja dibuat untuk melihat sejauh mana keseriusan calon siswa untuk masuk ke SMKN 2 ini.

“Karena ada juga orang tua siswa yang ngomong sama panitia mau bayar separuh dulu, tapi ternyata mereka sudah bawa uang cukup dan langsung melunasi,” jelasnya.

Tetapi pihaknya menjamin semua calon siswa yang dinyatakan lulus semuanya diterima dan tidak ada yang ditolak karena kendala adminitrasi.

“Kita memberikan kelonggaran kepada mereka walaupun baru menyelesaikan adminitrasi separuhnya,” katanya.(*)