Kondisi Keuangan Pemkot Lubuklinggau Carut Marut, Jubir Fraksi Golkar Minta Wako Reposisi ASN Lingkungan BKD

Kabarkite.com, LUBUKLINGGAU – Ternyata sering terjadi kas daerah kosong dan adanya keluhan dari masyarakat terkait, kondisi keuangan Pemkot Lubuklinggau yang carut marut mulai dikritisi DPRD Kota Lubuklinggau. Selain dinilai tak mampu memanage atau mengatur keuangan dengan baik, kerja para ASN dilingkungan BKD disoroti Fraksi Golkar telah menjadi penyebab kekosongan kas daerah.

Dilansir dari media online Metrosumatera.com hal itu terungkap disaat juru bicara Fraksi Golkar DPRD Kota Lubuklinggau, Reza Ashabul Kahfi dalam rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Lubuklinggau terhadap Nota keuangan Pemkot Lubuklinggau tahun anggaran 2022, Senin (15/11).

“Masalah keuangan Pemkot Lubuklinggau yang sering kosong perlu disikapi, karena bila terus berlanjut akan menimbulkan citra buruk dimata publik,” Ujarnya.

Reza menjelaskan kondisi keuangan yang tengah terjadi secara tidak langsung berpengaruh pada kinerja Pemkot Lubuklinggau. Dan bila didiamkan dapat menimbulkan masalah dikemudian hari.

“Kami menyarankan pada Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe untuk mereposisi struktur pegawai di Badan Keuangan Daerah (BKD),” tambahnya.

Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) BKD dituntut tak hanya mampu mengatur keuangan dengan baik, namun juga diharapkan dapat berperan aktif mencari peluang dana-dana yang bersumber dari APBD Provinsi Sumsel maupun APBN.

“Mesti segera direposisi sampai keakar-akarnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkot Lubuklinggau Zulfikar, dikonfirmasi melalui via WhatsApp mengenai adanya kritik dari Reza jubir fraksi partai Golkar. yang menilai pegawai dilingkungan BKD kurang becus bekerja disebabkan, kondisi keuangan yang sering kosong belum memberikan jawaban terkait hal tersebut. (Rudi Tanjung)

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite