Komisi X Perjuangkan Pengangkatan Guru Honorer jadi ASN

Beligat.com, LUBUKLINGGAU – Pengangkatan guru honor telah dibahas Komisi X DPR RI pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah pejabat kementerian terkait, baru-baru ini. Menanggapi itu,

Solidaritas Nasional Wiyatabakti Indonesia (SNWI) Lubuklinggau memberi respon positif.

Bahkan Sekretaris SNWI Lubuklinggau, Risa Umami mengaku bahwa pihaknya telah melakukan pendataan guru honorer. Data dimaksud telah diserahkan ke provinsi untuk diteruskan ke pengurus pusat.

“Akhir November 2020 lalu, kami dilibatkan beraudiensi dengan lembaga terkait seperti DPR RI, Kemen PAN-RB, Kemendikbud, BKN dan PGRI pusat. Alhamdulilah, lembaga-lembaga tersebut khususnya DPR RI memberikan respon positif sesuai dengan harapan,” ucap Risa.

Ketua PGRI Lubuklinggau, Erwin Susanto mengatakan hal senada. Ia memberik respon positif percepatan lahirnya RUU ASN yang dinilai berpihak pada guru honorer. Menurut Erwin, sudah sepatutnya pemerintah mengangkat guru honorer untuk menjadi PNS tanpa ada diskriminasi.

“Kawan-kawan honorer layak untuk diangkat menjadi PNS. Apalagi mereka yang sudah mengabdi mencerdaskan anak bangsa bertahun-tahun,” kata Erwin.

Dikutip dari laman jpnn.com, Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Fakih memastikan akan mengawal rencana pengangkatan Guru honor dan tenaga pendidik untuk dapat dijadikan statusnya sebagai PNS melalui Revisi UU no 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Pada draf RUU ASN yang sedang di perjuangkan oleh beberapa elemen organisasi guru honorer dari tingkatan daerah sampai ke tingkat nasional memang sudah tercantum tentang perencanaan pengangkatan guru honorer yg termuat pada pasal 131.A yang sangat gamblang mengatur tentang pengangkatan tersebut. *Maw/dkj

Sumber Berita Selengkapnya…