Kisah Inspiratif, Anak Tukang Janur Lubuklinggau Dapat Beasiswa Kuliah ke Jogjakarta

Hallo, nama aku Nurul Khofifah aku asli Lubuklinggau seorang mahasiswi di Jogjakarta, yang mendapat beasiswa Sekolah akademik Bisnishack.

Bersyukur aku bisa di terima disini, karena tahun lalu layaknya anak- anak yang lain ingin langsung melanjutkan kuliah. Dan aku hanya bisa berdoa. Aku pun ingin langsung kuliah dengan prinsip ku sendiri. Kerja dulu dan baru 1 tahunnya kuliah. Karena aku nggak mau membebani keluarga ku. Dan aku pun nggak mau kuliah yang lama, memboroskan uang.

Hal hasil nekad emang mau kuliah . Cari di instagram sosial media.
Aku nemuin beasiswa ini dan cerita sama mba ku, atas tanggapan tentang brosur beasiswa ini.

” daftar aja dek. Lagian itu cuman 1 tahun” kalau misalnya di terima kan 1 tahun nggak lama.
Aku pun segera ngurus sekitas 4-5 hari berkas ke Rt/ lurah, dan sekolah sudah kelar.

Setelah 2 minggu aku daftar online, ada notif pesan di handphone ku, selamat anda terpilih menjadi mahasiswa akademik Bisnishack jogjakarta. “Saya tunggu 3 hari konfirmasi buat kedatangannya ya mba” Kaget syok, dan bahagia. Setelah baca pesan itu.

Nggak tau, perasaan campur aduk, dan bahagia bingung mau ngomong ke orang tua ku gimna.
Mulai dimasukin grup. Orang – orang yang terpilih jadi mahasiswa, sharing video, alat” apa aja yang mau dibawa dan lain- lain.

3 hari waktu konfirmasi aku memberanikan diri untuk bilang ke ayah ku. Kenapa ayah? Karena ayah aku yang susah banget anaknya lepas atau pergi jauhkan. Nggak ada yang pantau dan ngejagain.

-siang ituu panasnya aku bingung hampir 5 kali aku belok ke ruang tamu. Posisinya ayah ku lagi nonton.
Dan ayah ku manggil: ” fah, kenapa? Ada yang kau dateng kerumah?
Aku pun serambi langsung duduk di atas kursi. Ehm, tidak yah, bingung mau ngomong apa, gini yah kalau aku dapet beasiswa gimana yah? dijogjakarta.

Ayah aku bilang ” ya nggak usah lah nak, buat apa jauh- jauh disini aja temenin usaha ayah nih. (ayahku seorang first make janur gantung instan 2015)
Kalau kamu mau kuliah tahun depan aja. Dilinggau buat apa jauh – jauh kan. Kamu itu perempuan entar ada apa – apa. Jauh mau ke sana.

Selalu itu yang dibilang ayah ku. Dengan keinginan kuat nekad aku ngebentak ayah ku.

” ayah ini cuman 1 tahun, lagian semuanya di fasilitasi, makan dikasih, minum, ongkos juga kesana.
Gini ayah, pernah nggak dengar orang sukses emang dari nol bangett. kecuali itu orang- otang yang emang benar- benar punya uang. Dimana – mana orang yang mau sukses merantau dulu, berjuang pahit, aku pengen kok hidup mandiri. ya, aku nggak bakal macem – macem nggak bakal ngecewain ayah. Setelah bilang gitu, aku pun langsung pergi ke kamar .

Subuh, setelah rutinitas solat berjamaah. Kita setoran hafalan mengaji. Aku coba untuk memberani kan sendiri bicara ini lagi ke semua keluarga ku. Ayah, ibu, ayuk, adek.
ayah bilang ” itu sekolahnya dimana? Nanti gimna kamu tidur dan lain – lain. ayah nggak ada uang buat ongkosin kesana, tau sendiri kan ayah sekrng sakit dan hanya bisa handel sewa janur aja.

” ini kuliah asrama yah, full di biayain. Namanya sekolah bisnis. Masalah ongkos udah di langsung di biayain. Dapet makan minum 3 kali sehari. Aku coba nyakinin sebisa akuu. Karena aku percaya kalau ini salah satu jalan akuu buatt aku ngerasain kuliah. Dan lepas jauh dalam artis mandiri nggak bebas keliaran.

Alhamdulillah ayah bilang: kalau itu emang keputusan kamu, yang terbaik aja. Jangan luoa sholat, sedekah ya kalau sebisa ada uang ayah kirim.Dan kaya aku mau nangis, bukan mau nangis tapi udah nagisss. Langsung peluk sama ayah. ” ayah nurul janji nggak bakal ngecewain ayah ingat pesan ayah. Dan yang penting ayah harus semangat terapi. Biar cepat sembuh.

Alhamdulillah setelah sholat langsung beres dan chekout karena besok siangnya berangkat..

” bersyukur, minta sama allah, karena allah yang membolak – balik kan hati manusia” dan meluluh kan.
Masyaallah. Aku bertekad aku sukses. Aamiin.

Buat kalian yang sama kayak aku, keluarga nggak mampu jangan takut putus sekolah masih ada harapan dan cara agar kamu bisa. Seperti mereka yang sukses.

Penulis ; Nurul Khofifah