Keluh Petani Kopi yang Hasil Panennya Menurun

Laporan: Agus Subhan Bakin

EMPAT LAWANG – Panen kopi robusta tahun 2021 dirasakan kurang maksimal oleh petani kopi di Empat Lawang, selain karena tidak ada kenaikan harga juga karena musim kopi kali ini buahnya tidak terlalu lebat.

Salah satu petani kopi asal kecamatan Pendopo, kabupaten Empat Lawang mengatakan harga jual biji kopi tahun ini paling mahal Rp. 18.000 perkilogramnya untuk biji kopi dengan kualitas paling baik.

“Kalau biji kopinya bagus dan kering harga per kilonya 18 ribu, tapi kalau kopinya gledekan (tehnik penggilingan kopi yang dipercepat sehingga hasilnya lebih basah) sangat murah hanya 14 ribu per kilonya”, Kata Suardi, Minggu (23/05).

Suardi juga menambahkan buah kopi tahun ini memang tidak sebanyak atau selebat tahun kemarin ditambah lagi harga jualnya juga tidak naik bahkan cenderung turun.

“Saya ingat tahun kemarin per kilonya yang paling bagus bisa sampai 19, ditambah lagi buahnya lebih lebat jika dibandingkan dengan tahun ini,” Tambah Suardi.

Sementara itu Gunawan, salah satu toke (pengepul) biji kopi di kelurahan Pendopo, kecamatan Pendopo mengatakan memang harga kopi tahun ini tidak naik masih sama seperti tahun sebelumya.

“Iya tidak ada kenaikan masih sama 18 ribu per kilo, selain itu juga tidak sebanyak tahun atau musim kemarin”, Ungkap Gunawan.

Toke atau pengepul yang biasa mengirim biji kopi ke Surabaya dan Lampung ni menyampaikan setiap tahunnya bisa mengirimkan biji kopi hingga 300 ton sedangkan untuk untuk tahun ini prediksinya cenderung akan turun.

“Sebenarnya walaupun hasil panen berkurang petani kopi akan tetap senang jika harga jual perkilonnya naik atau mahal,” Tutup Gunawan.*

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite