Kasus Penembakan di Rengkiling Terkait Jaringan Sabu-sabu, Temuan Transaksi hingga Rp 1 Miliar

Kabarkite.com, JAMBI – Kasus penembakan di depan sebuah rumah makan di kawasan Rengkiling, Sarolangun, pada 2 Juni 2021 lalu, diduga kuat berkaitan jaringan narkotika jenis sabu-sabu.

Hal tersebut terungkap, setelah tim dari Ditreskrimum Polda Jambi berhasil menembak mati satu tersangka bernama Alpi Sahri, di kawasan Pematang Sulur, Telanaipura, Senin (28/6/2021) malam.

Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengatakan, setelah melumpuhkan Alpi, petugas langsung melakukan penggeledahan di rumahnya.

Saat itu, petugas menemukan satu alat hisap sabu atau bong, dua plastik diduga bekas kemasan sabu-sabu, serta satu buah rekening bank, dengan transaksi mencapai Rp1 miliar lebih, dan mengarah ke seorang wanita yang diduga kuat transaksi hasil sabu-sabu.

“Untuk dugaan awal, ini berkaitan dengan kasus jaringan sabu-sabu, dan untuk wanita yang memiliki buku rekening, sedang kita telusuri,” kata Rachmad, Selasa (29/6/2021) siang.

Tidak hanya itu, Alpi Sahri juga sudah menjadi target operasi (TO) kasus sabu-sabu sejak Tahun 2020 lalu oleh Polres Tebo.

Dugaan tersebut juga diperkuat, terkait motif penembakan yang dilakukan Alpi dan 2 rekannya yang saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian.

Kata Rachmad, saat itu Alpi dan rekan-rekannya menduga korban Cek Wan yang pada saat itu singgah di sebuah rumah makan di kawasan Rengkiling, Sarolangun, dalam perjalanan menuju Muratara, Sumatera Selatan merupakan anggota kepolisian.

Mereka menduga, Cek Wan yang saat itu bersama 3 orang lainnya sedang melakukan pengintaian terhadap mereka terkait kasus narkotika jenis sabu-sabu.

“Jadi pelaku ini sudah menunggu korban di dalam rumah makan, saat melihat kedatangan korban pelaku langsung keluar dan melepas 7 tembakan,” kata Rachmad.

Saat itu, Alpi dan dua pelaku lainnya sudah siap dengan senjata apinya masing-masing. Di awal, pelaku melepas sejumlah tembakan ke arah atas dan bawah.

Setelah itu, pelaku dan korban langsung berhadapan.

Saat itulah, pelaku langsung memegang korban, kemudian membanting hingga terjatuh.

“Saat korban di bawah, pelaku langsung menembak bahu bagian kanan korban” bilangnya.

Alpi Sahri semdiri ditembak mati petugas, lantaran nekat melawan saat diamankan di kawasan Pematang Sulur, Telanaipura, Senin (28/6/2021) malam.

Saat itu, Alpi melepas satu tembakan dan mengenai satu petugas. Beruntung, petugas tidak terluka berkat rompi anti peluru yang dipakai saat operasi penangkapan.

Tidak ingin tersangka bertindak lebih jauh, petugas akhirnya memberi tindakan tegas dan terukur.

Alpi tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bhyangkara, usai bagian kepala dan kakinya dihadiahi timah panas petugas.

Saat ini, sejumlah barang bukti berupa 7 pucuk pistol rakitan dan senapang angin laras panjang modifikasi diamankan petugas.

Tidak hanya itu, ratusan butir peluru aktif dari berbagai kaliber juga turut diamankan.

Rilis

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite