Kadis DPMPTSP : Pabrik Roti Cantik Manis Harus Perbaiki Kebersihan dan Bayar Pajak Sesuai Omzet

LINGGAUMETROPOLIS.COM– Tim Gabungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) , Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Pajak Dan Retribusi Daerah, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenegakerjaan Dan Damkar Melakukan Inspeksi Mendadak Ke Pabrik roti Cinta Manis Di Jalan Asoka, Kelurahan Amula Rahayu,Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Masing-masing instansi fokus dengan pengawasan dibidang masing-masing, DMPPTSP fokus ke perizinan, BPRD ke pajak dan retribusi, BPJS fokus pada jaminan kesehatan dan tenaga kerja, dinkes fokus pada kesehatan dan protokol covid 19.

Dalam sidak ini, tim Dinkes yang diwakili Aliyan Fauzi mengecek seluruh sarana dan prasarana pabrik mulai dari mesin produksi hingga ke kamar mandi karyawan pun tak luput dari pengecekan.

Dihadapan pemilik Pabrik Roti Cinta Manis, Aliyan Fauzi menyampaikan bahwa berdasarkan pengecekan seluruh pekerja sudah menggunakan masker namun tidak menggunakan sarung tangan.

” karyawannya juga belum mejaga jarak mereka masih ngobrol, dan kamar mandinya ada didalam tapi kami cek tidak ada satupun sabun cuci tangan dan kamar mandi kotor sekali,”kata Aliyan.

Aliyan juga sempat mengecek tempat packing roti dan mendapati tidak adaya keterangan kedaluwarsa (expired date) roti pada kemasan ,sehingga diminta untuk mencantumkan tanggal batas makanan layak dikonsumsi.

Sementara Ketua Tim Gabungan yang juga Kepala Dinas PMPTSP Lubuklinggau, Hendra Gunawan merekomendasikan kepada pemilik pabrik roti cinta manis agar memperbaiki kekurangan yang telah disampaikan oleh masing-masing instansi.

Diterangkan,Aan sapaa Hendra Gunawan pabrik roti cinta manis juga harus memperbarui izin usaha dan melengkapi kekurangan lainnya.

Aan juga menyebutkan bahwa terdapat selisih pajak yang dibayarkan pihak pabrik ke pemerintah dan terindikasi pajak yang disetor tidak sesuai dengan omzet yang didapat perusahaan.

” Pajak harus sesuai omzet, karena yang kita datangi ini pajaknya selisih, ada indikasi tidak sesuai dengan omzet,”pungkasnya. (*)