Jajak Pendapat, Potret Masalah Hingga Tokoh Baru Layak Maju Pilkada Banyuasin

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara nasional rencananya baru akan dilaksanaka pada akhir tahun 2024 termasuk Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Walapun begitu, ini menjadi perhatian termasuk oleh saya sebagai penggiat media sosial dan pemerhati politik di BungFK.com Blogger Analysis Centre dan Rumah Citra Indonesia (RCI).

Di masa pandemi Covid-19 saya menyempatkan waktu untuk memotret pendapat (suara) masyarakat dengan mengadakan jajak pendapat terkait permasalahan dan harapan demokrasi di Kabapaten unggulan pertanian ini dengan melibatkan 200 responden di 20 Kecamatan di Kabupaten Kabupaten Banyuasin. Jajak pendapat ini dimulai sejak Juli – Desember 2021 dimana responden diverifikasi melalui akun media sosial dan whatapp yang terkonfermasi di 20 kecamatan di Banyuasin.

Hasil jajak pendapat ini tentunya diakui tidak seakurat hasil survei pada umumnya namun demikian paling tidak mewakili menyuarakan pendapat masyarakat di 20 kecamatan dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten hasil pemekaran Musi Banyuasin (Muba) ini. Selain respoden terbatas, karakteristik responden dan pertanyaan quesioner juga tidak serinci dan mendalam metodelogi survei pada umumnya. Kemudian dalam jajak pendapat ini waktu yang dibutuhkan cukup lama sekitar 6 bulan dari Bulan Juli hingga Desember 2021 untuk menghimpun data dan memverifikasinya.

Sebagai penggiat media sosial dan pemerhati politik serta putra daerah Muara Sugihan Banyuasin, saya tergugah untuk melihat pendapat masyarakat Banyuasin tentang demokrasi mendatang melalui jajak pendapat. Dengan pendekatan seperti halnya survei terutama terkait sebaran responden diharapkan bisa menambah pengetahuan dan atensi dari masyarakat untuk stekholder (pihak berkepentingan) demi kemajuan daerah.

Dari jajak pendapat tersebut tergambar  permasalahan – permasalahan besar yang mendapatkan perhatian masyarakat. Permasalahan tersebut yakni jalan rusak dikeluhkan masyarakat sebanyak (20%), ketersediaan air bersih (18%), pengangguran (17%), pupuk Mahal (14%), layanan publik (15%), ketersediaan listrik (8%) dan permasalahan lainnya (8%). Dari data tersebut menggambarkan bahwa persoalan infrastruktur jalan masih manjadi titik sentral pekerjaan rumah Bupati Banyuasin saat ini. Pembangunan jalan poros yang sedang digalakkan pemerintah tentunnya patut diapresiasi namun belum bisa menjawab persoalan jalan rusak mengingat wilayah Banyuasin ini sangat luas sementara anggaran terbatas. Hal ini diperlukan kerja keras semua pihak termasuk wakil rakyat Banyuasin dengan melihat permasalahan tersebut dalam upaya mencari jalan keluar lebih cepat.

Kemudian juga ada persoalan pupuk mahal terutama jelang musim tanam. Walaupun ada pupuk subsidi namun kuota terbatas sementara pupuk non subsidi harga tinggi dipasaran petani. Hal ini perlu juga dicarikan solusi agar harga pupuk terjangkau ditingkat petanu. Mungkin yang menjadi masukan yakni bagaimana penetrasi pemerintah daerah dalam memastikan harga pupuk bisa terjangkau ditingkat petani selain pupuk subsidi. Misalkan bagaimana peran BUMD dan BUMDes ikut dalam penyediaan pupuk terjangkau di petani, mungkin ini bisa menjadi solusi yang dilakukan oleh Pemkab Banyuasin dengan kerjasama antara BUMD, BUMDes dengan Produsen pupuk.

Selain itu, juga ada persoalan pengangguran, air bersih serta layanan publik. Pengangguran ini juga tidak lepas dari persoalan wabah covid-19 yang berefek pada permasalahan ekonomi. Jika dilihat sebaran data, pengangguran ini banyak mendapatkan etensi dari responden di wilayah daratan Banyuasin. Hal ini menunjukan bahwa persoalan pengangguran banyak terjadi di Banyuasin daratan. Beberapa persoalan menjadi penyebabnya saja seperti harga karet, sawit serta pandemi jadi pemicunya. Sementara layanan publik dan air bersih dikeluhkan di daerah perairan. Wilayah perairan selain pupuk, air bersih dan layanan publik juga jadi keluhan masyarakat.

Jika melihat data jajak pendapat tentang permasalahan masyarakat, berbanding lurus dengan tingkat kepuasan masyarakat dengan kinerja Bupati Banyuasin. Dimana angkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati mencapai 55 persen yakni akumulasi dari sangat puas 15 persen dan puas 40 persen. Ini tidak terlalu tinggi namun juga tidak buruk mengingat kerja Bupati baru sekitar 2,5 tahun. Artinya masih ada ruang untuk meningkatkan kerjanya melihat permasalahan tersebut untuk meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat. Namun jika angka kepuasan tidak bergerak naik ini justru warning (peringatan) bagi petahana karena angka tingkat kepuasan 55 persen bukanlah angka yang baik untuk petahana karena masih ada angka 40 persen yang merasa tidak puas dan belum menjawab 5 persen.

Hal ini juga tergambar dari pendapat masyarakat terhadap tokoh yang dinilai layak pimpin Banyuasin mendatang. Dari jajak pendapat yang kita lakukan, Askolani Jasi masih menjadi yang tertinggi diangka 38 persen kemudian Slamet Somosentono diangka 22 persen, sementara sisanya 40 persen memilih tokoh-tokoh alternatif lainnya. Jika dicermati angka Askolani (petahana) ini tidak jauh dari angka perolehannya pada saat pilkada 2018 lalu sekitar 34,09 persen.

Selain memotret permasalahan dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati, jajak pendapat 200 responden ini juga mengambarkan sejumlah tokoh baru yang dinilai layak maju di Pilkada Banyuasin akan datang diluar petahana dan tokoh lama. Tokoh tersebut yakni Irian Setiawan mendapatkan 32 suara (16%), Noor Ishmatuddin 38 suara (19%), Agus Saputra Holidu 30 suara (15%), Nadia Basyir 28 suara (14%), Ahmad Zarkasih 14 suara (7%), Emi Sumitra 18 suara (9%), Sukardi 16 suara (8%) dan tokoh lainnya 24 suara (12%).

Tokoh-tokoh ini dimunculkan di jajak pendapat setelah dilakukan penjaringan melalui pemberitaan media. Wakil Ketua DPRD Banyuasin Noor Ishmatuddin (Gerindra), Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan (Golkar), Agus Saputra Holidu (Ketua AMB) dan Nadia Basyir (Anggota DPRD Sumsel atau Golkar) merupakan 4 tokoh baru terbanyak yang mendapatkan atensi dari responden jajak pendapat yang dinilai layak maju di Pilkada Banyuasin 2024 akan datang.

Jika dilihat dari sebaran suara jajak pendapat, isu pemberitaan dan isu media sosial, tokoh-tokoh baru ini wajar mendapatkan atensi dari responden. Misalkan Noor Ishmatuddin kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPRD Banyuasin tentunya sering berkeliling wilayah, belum lagi aktivitas politik dan sosial jika dilihat dari sosial media begitu masif. Hal yang sama juga Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan, kapasitasnya sebagai Pimpinan jadi modal politik yang kuat di masyarakat. Kemudian Agus Saputra Holidu, sebagai Ketua Angkatan Muda Banyuasin (AMB) dan Birokrat, tokoh muda ini aktif dalam kegiatan amal dan sosial serta kepemudaan yang menyentuh langsung masyarakat bawah terutama saat Covid-19 dengan memberikan bantuan sosial dari galang dana amal. Hal inilah mungkin yang menjadi atensi tokoh diluar parpol ini mendapat atensi dari responden.

Sedangkan Nadia Basyir sebagai Anggota DPRD Sumsel dua periode dapil Banyuasin tentunya jejak rekamnya mendapatkan atensi pemilih loyalnya. Belum lagi sang ayah Basyir juga politisi senior dan penggerak KTNA pada masanya di Banyuasin sudah mengakar dan dekat dengan para petani.

Sementara Ahmad Zarkasih dan Emi Sumitra adalah politisi PKB yang aktif di kegiatan Ke-NU-an dan Sukardi Politisi PDIP, Wakil Ketua DPRD Banyuasin dan pengurus KTNA Banyuasin sudah barang tentu memiliki basis. Namun demikian catatan dari hasil jajak pendapat, elektabilitas tokoh-tokoh baru ini belum menyaingi tokoh-,tokoh lama yang pernah bertarung di Pilkada Banyuasin seperti Askolani, Slamet, Arkoni, Agus Sutikno dan lainnya.

Sebagai penutup, tokoh-tokoh baru ini jika serius ingin maju di Pilkada mendatang, mulailah untuk menata dan menjaga basis dengan melihat permasalah-permalahan masyarakat dengan begitu bisa menjadi tokoh harapan masa akan datang. Dan terakhir sebagai penulis dan peneliti jajak pendapat, mengharapkan hal ini bisa menjadi masukkan semua pihak yang berkepentingan terhadap kemajuan Banyuasin.(*)

*Penulis : Fatkurohman, S Sos (Dewan Kajian Opini Publik Rumah Citra Indonesia, Founder BungFK.com Blogger Analysis Centre, Putra Muara Sugihan, Banyuasin)

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite