Jajak Pendapat : Inilah Potret Tokoh Baru Yang Dinilai Layak Maju Di Pilkada Banyuasin

VOSMedia, BANYUASIN – Pilkada Banyuasin Tahun 2024 mulai menjadi perhatian termasuk oleh penggiat media sosial dan pemerhati politik Fatkurohman, S Sos Founder BungFK.com Blogger Analysis Centre. Untuk memotret pendapat masyarakat pihaknya mengadakan jajak pendapat terkait permasalahan dengan melibatkan 200 responden dari 20 Kecamatan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Jajak pendapat ini dimulai sejak Juli – Desember 2021 dimana responden diverifikasi melalui akun media sosial dan whatapp yang terkonfermasi di 20 kecamatan di Banyuasin.

Dari jajak pendapat tersebut tergambar  permasalahan – permasalahan besar yang mendapatkan perhatian masyarakat Banyuasin. Permasalahan tersebut yakni jalan rusak paling diikeluhkan masyarakat sebanyak (20%), ketersediaan air bersih (18%), pengangguran (17%), pupuk Mahal (14%), layanan publik (15%), ketersediaan listrik (8%) dan permasalahan lainnya (8%).

Dari jajak pendapat ini juga mengambarkan sejumlah tokoh baru yang dinilai layak maju di Pilkada Banyuasin akan datang. Tokoh tersebut yakni Irian Setiawan mendapatkan 32 suara (16%), Noor Ishmatuddin 38 suara (19%), Agus Saputra Holidu 30 suara (15%), Nadia Basyir 28 suara (14%), Ahmad Zarkasih 14 suara (7%), Emi Sumitra 18 suara (9%), Sukardi 16 suara (8%) dan tokoh lainnya 24 suara (12%). Tokoh-tokoh ini dimunculkan di jajak pendapat setelah dilakukan penjaringan melalui pemberitaan media.

Wakil Ketua DPRD Banyuasin Noor Ishmatuddin (Gerindra), Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan (Golkar), Agus Saputra Holidu (Ketua AMB) dan Nadia Basyir (Anggota DPRD Sumsel atau Golkar) merupakan 4 tokoh baru terbanyak yang mendapatkan atensi dari responden jajak pendapat yang dinilai layak maju di Pilkada Banyuasin 2024 akan datang. Jika dilihat dari sebaran suara jajak pendapat, tokoh-tokoh baru ini telah memiliki basis masing-masing.

Menurut Fatkurohman, S Sos yang juga Dewan Pakar Rumah Citra Indonesia (RCI) ini, hasil jajak pendapat ini tentunya tidak seakurat hasil survei pada umumnya.

“Selain respoden terbatas, karakteristik responden dan pertanyaan quesioner juga tidak serinci dan mendalam metodelogi survei. Kemudian dalam jajak pendapat ini waktu yang dibutuhkan cukup lama sekitar 6 bulan dari Juli – Desember 2021 untuk menghimpun data tersebut,”terang Pengurus IKA FISIP Unsri ini.

Sebagai penggiat media sosial dan pemerhati politik dikatakannya, pihaknya tergugah untuk melihat pendapat masyarakat Banyuasin tentang demokrasi mendatang melalui jajak pendapat.

“Dengan pendekatan seperti halnya survei terutama terkait sebaran responden diharapkan bisa menambah pengetahuan dan atensi bagi masyarakat dan stekholder terkait dengan demokrasi di Banyuasin,”ujar Bung FK sapaan akrabnya pria kelahiran Muara Sugihan ini.(*)

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite