Isu Politik Uang Musorkot KONI Menguat, FPTI dan Percasi Menolak

Beligat.com, LUBUKLINGGAU – Menjelang Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Lubuklinggau, Minggu (16/1), isu praktik politik uang dalam perebutan kursi ketua KONI Lubuklinggau masa bakti 2021-2025 tersebut, semakin menguat. Ada dua calon yang bakal bertarung, Bambang Rubianto dan H Rodi Wijaya.

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Lubuklinggau, Febri Habibi Asril menyangkal isu politik uang tersebut. Ia mengaku, FPTi tidak akan pernah menerima uang atau berbentuk apapun.

“FPTi sekaligus mewakili pengurus cabang olahraga (cabor) yang ada di Kota Lubuklinggau, menginginkan Ketua KONI terpilih kedepan benar-benar murni berdasarkan demokrasi. Dengan begitu, diharapkan KONI Lubuklinggau menjadi lebih baik dan berprestasi lagi,” jelas Febri.

Febri menambahkan, FPTI dan cabor lainnya tentu ingin mencari Ketua Umum KONI Lubuklinggau yang benar-benar visioner. Berpihak pada seluruh cabang olahraga sehingga dapat membawa KONI Lubuklinggau lebih baik.

“KONI yang dalam bentuk kebijakan-kebijakan untuk mensejahterakan atlet dan pelatih. Karena itu, komunikasi antara KONI dan cabor yang ada harus terus terjalin,” ujar dia.

Sekretaris Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Lubuklinggau, Aren Frima menjelaskan hal senada. Percasi tidak akan tergiur dengan isu money politik yang coba dimainkan. Lagipula lanjut Aren, pemilihan Ketua KONI bukan ajang unjuk kekuatan politik terkait Pilkada.

“Musorkot adalah ajang evaluasi bersama, ajang adu program dan gagasan. Ini soal olahraga bukan soal Pilkada, jangan mendudukan sesuatu yang bukan pada tempatnya. Sampai dengan detik ini kami tetap solid berada dalam barisan perubahan,” ucap dia.

Aren menambahkan, pihak-pihak terkait seharusnya tetap fokus dalam mensukseskan pelaksanaan Musyawarah KONI Lubuklinggau tersebut. “Kami tidak ingin ada upaya-upaya yang dilakukan oleh oknum-oknum yang berkepentingan untuk menggagalkan pelaksanaan musyawarah besok,” tegas dia.

Sementara itu, salah satu Kandidat Calon Ketua KONI Lubuklinggau, Bambang Rubianto menjelaskan, pada prinsipnya ia bersama semua cabor menyambut baik dinamika yang terjadi di tubuh KONI menjelang Musyawarah Kota Lubuklinggau. Menurut dia, itu menjadi modal yang baik untuk kemajuan Olahraga di Kota Lubuklinggau.

“Siapapun yang terpilih nantinya adalah kemenangan untuk kemajuan bidang olahraga Lubuklinggau. Kami tidak bisa mengeksklusifkan KONI karena milik semua masyarakat, khususnya para penggiat dan insan olahraga Lubuklinggau,” terang dia.

Untuk itu, Bambang mengajak agar menyerahkan sepenuhnya kepada cabor sebagai pemegang mandat untuk menentukan sikap dan lebih mengedepankan sikap demokratis, tidak ada embel-embel ini itu dalam memilih,. Ia pun berjanji tidak akan melakukan upaya intervensi, terlebih menggunakan money politik sebagaimana isu yang beredar di publik.

“Kami mengedepankan program, visi dan misi KONI kedepan. Saya bersama kawan-kawan cabor bersepakat pada wilayah itu, bukan pada kepentingan politik atau pribadi. Keresahan dan kegelisahan yang mereka rasakan selama ini adalah kekuatan kami untuk melakukan perubahan,” tegas dia.

Tak lupa, Bambang menghimbau semua pihak berkepentingan untuk sama-sama menyukseskan Musyawarah KONI Lubuklinggau 2021 sebagai momentum bersama untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Ia pun berharap, jalannya musyawarah besok dapat berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami juga berada pada posisi yang paling tidak menginginkan adanya upaya-upaya memecah-belah. Musyarawah KONI Lubuklinggau besok, harus berakhir dengan kemenangan seluruh penggiat dan insan olahraga Lubuklinggau,” pungkas dia. *Akew/dkj.

Sumber Berita Selengkapnya…