Insan Pers Di Muratara Vaksinasi Covid 19

MURATARA– Sebanyak 23 orang insan pers di kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumatera Selatan, yang terdaftar akan mengikuti vaksinasi covid 19, hanya ada 12 orang yang hadir guna mendapatkan vaksin covid-19.

Sebelum dilakukan vaksinasi, ke-12 orang insan pers terlebih dahulu dilakukan Skrining kesehatan.

Salah satu insan pers yakni Zulkarnain dari media Sumatera Ekspres kepada insan pers menceritakan, awal pertamanya akan dilakukan vaksinasi, dirinya menceritakan awalnya ia sempat merasa gugup saat dilakukan pemeriksaan Kesehatannya.

“Karena ini pengalaman pertama, jadi kita sempat gugup,”kata Zulkarnain

Diterangkan ia, para peserta kemudian melakukan registrasi data dan skrining.
Pada saat skrining petugas akan memeriksa suhu tubuh dan tekanan darah.

Kemudian setelah data tersebut dicatat, petugas mulai menanyakan beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatan.

Pertanyaan tersebut di antaranya apakah pernah batuk, demam, atau sesak napas dalam tiga hari terakhir? Apakah pernah punya riwayat kontak erat dengan penderita covid? Apakah pernah punya riwayat sakit di organ pencernaaan yang parah

“Alhamdulillah setelah di cek suhu tubuh, suhu tinuh saya normal dan tekanan dara juga normal,”terangnya.

Ia berpesan kepada Masyarakat, untuk tidak takut apabilan nanti akan dilakukan vaksin. Karena vaksin sendiri halal, dan tidak berbahaya.

“Efek yang kita rasakan macam-macam, kalau saya efeknya ngerasa ngantuk,”ujarnya.

Selain itu Aan yang juga Ketua Ikatan Wartawan Online Kabupaten Muratara, menceritakan awalnya dia merasakan gugup, saat dilakukan skrining oleh petugas keaehatan.

“Tapi setelah disuntik, ternyata tak ada rasa apapun,”ujar ia.

Ia juga mengajak, seluruh Masyarakat Muratara untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19, hal tersebut bertujuan untuk memutua penularan Covid-19.

“Semoga dengan divaksin ini, pandemi covid-19 hilang dimuka bumi ini, dan kehidupan bisa kembali normal lagi,”tutupnya.

Sementara petugas di Puskesmas Rupit dr Nina Pajri, mengatakan tujuan dilakukan vaksinasi sendiri untuk mencegah Covid-19. agar menambah daya kekebalan imun didalam tubuh.

tujuannya itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan yang kedua untuk membuat kekebalan tubuh,”kata dr. Nina Pajri kepada insan pers, Jumat 12/3/2021.

Dijelaskan ia, penyuntikan vaksin sendiri dilakukan sebanyak dua kali, penyuntikan vaksin yang kedua akan dilakukan setelah 14 hari setelah suntikan pertama.

“Penyutikan dua kali dengan interval dua minggu,”ujarnya.

ia, usai dilakukan vaksinasi peserta akan mendapatkan sertifikat yang dikirim melalui sms ke nomor telepon yang didaftar. Kalau untuk sekarang terang ia, sertifikat itu, sebagai bukti bahwa sudah mendapatkan vaksin.

Memang, kemarin mempunyai wacana, apabila sudah mendapatkan sertifikat vaksin, maka untuk perjalanan jauh menggunakan tranportasi udara dan darat tidak perlu lagi dilakukan swab ataupun rapid.

“Tapi itu belum disahkan, karena untuk sekarang juga, walaupun sudah divaksin kita harus tetap jaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan,”ungkap ia.

Karena dijelaskan ia, imun tubuh baru terbentuk setelah dua sampai tiga minggu. Nanti vaksinasi ini, akan dilakukan juga kepada masyarajat.

Untuk itu dr. Nina berpesan kepada Masyarakat jangan takut untuk dilakukan vaksin, sebab bila tubuh sudah di vaksin Insyallah semua akan aman dari virus Covid-19.

Jurnalis David