Hendri Agustin, ASN Guru Empat Lawang Iming-imingi Anak Agar Bisa ‘Digarap’ 

LUBUKLINGGAU-Hendri Agustin (39 tahun) tersangka predator Lubuklinggau warga Kelurahan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau, tersangka rudapaksa hanya bisa tertunduk lesu mengakui perbuatannya, Selasa (2/2), lantaran mencabuli belasan anak di bawah umur.

ASN Guru di salah satu SMPN Muara Saling Kabupaten Empat Lawang ini, ditangkap Tim Macan Polres Lubuklinggau di Pasar Satelit, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II Senin (1/2) kemarin sekira pukul 18.45 WIB.

Oknum ASN ini ditangkap polisi setelah motor yang dikendarainya melakukan kejahatan teridentifikasi oleh anggota Tim Macan yang tengah melakukan patroli dan menjadi buronan Tim Macan Polres Lubuklinggau selama satu tahun terakhir.

Kapolres AKBP Nuryono didampingi Kasat Reskrim AKP Ismail dan Kanit PPA Guritno, modus pelaku adalah mengajak korban untuk menemani pelaku memberikan kado ulang tahun.

“Setelah korban mau, korban di ajak kesemak-semak dan diperkosa oleh pelaku. Kami mengimbau kepada para orang tua, untuk menjaga dan melindungi anak-anak masing-masing dari para predator sexual, tetap selalu awasi aktivitas anak-anak kalian,” ujarnya saat rilis.

Berdasarkan informasi dihimpun penangkapan bermula dari rekaman CCTV laporan warga. Dalam rekaman itu pelaku berpura-pura meminta bantuan untuk memberi kejutan kepada pacarnya.

Modusnya, menemui korban di pinggir jalan dan meminta tolong agar mau membantunya memberi kejutan kepada pacarnya.

Setelah korban mau, pelaku mengajak korban ke suatu tempat dengan berbagai alasan. Ternyata korban dibawa ke dalam hutan disana korban diperkosa. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Lubuklinggau untuk ditindaklanjuti.
Salah satu korbannya Bunga gadis berusia 11 tahun hingga saat ini mengalami trauma mendalam, bahkan saat mendapat kabar pelaku ditangkap ia langsung histeris.

“Sejak tau ditangkap dia tidak mau makan, kemarin ketika kami tunjukan motor (Hendri) langsung bilang benar, sambil ketakutan iya itu motornya,” ujar Heni bibi korban pada wartawan, Selasa (2/2).

Heni menuturkan keponakanya menjadi korban saat tengah berjalan bersama adiknya tidak jauh dari rumah. Ketika itu tiba-tiba di hampiri Hendri yang datang dari samping langsung menghandang.

Saat itu Hendri meminta bantuan untuk mengantar kado kepada pacarnya. Karena diiming-imingi uang Rp.30 ribu dan Hendri juga mengaku kenal dengan saudaranya akhirnya Bunga mau.

“Kejadiannya tahun 2019 lalu bulan Mei, untung saat itu hanya kakaknya, karena adiknya juga mau ikut, tapi pelaku (Hendri) itu meminta jangan ikut, alasannya biar kakaknya lebih dulu,”ungkapnya.

Setelah melihat kakaknya dibawa orang tak dikenal adik Bunga pun bingung, ia langsung lapor kalau kakaknya dibawa orang tak dikenal.

Mendengar cerita adik Bunga semua pihak keluarga langsung melakukan upaya pencarian dan sorenya baru ditemukan di wilayah Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

“Saat itu kami temukan di Taba Jemekeh bekas Pom Bensin lama, saat itu dalam ke adaan ketakutan, kami tanya-tanya tidak ada yang kenal, saat kami tanya dia (Bunga) tidak kenal sama sekali,” ujarnya.(mnr)