Hari

Dosen UIM Minta Maaf Usai Viral Ludahi Kasir Swalayan: 'Saya Kehilangan Kendali'

Laporan oleh Ayu
Bagikan
Dosen UIM Minta Maaf Usai Viral Ludahi Kasir Swalayan: 'Saya Kehilangan Kendali', 29, Desember, 2025, 08:35:10. Tag: News

Belakangan ini, media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan tindakan tidak pantas seorang dosen. Pria tersebut diketahui berinisial AS, seorang Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperbantukan. Dalam video itu, AS terlihat meludahi seorang kasir di sebuah swalayan di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Insiden tersebut mengundang perhatian publik dan memicu berbagai reaksi.

Video yang viral ini menunjukkan pria tersebut berkonflik dengan kasir ketika ia ditegur saat menyelak antrean. AS mengklaim bahwa ia tidak menyerobot antrean dan menyebut bahwa kasir tidak ada masalah saat dirinya berpindah ke meja kasir yang tampak kosong. “Saya tidak menyerobot, karena tidak ada orang yang saya dahului,” ungkapnya pada Minggu, 28 Desember 2025. Ia juga menekankan bahwa dirinya hanya ingin melakukan pembelian di kasir yang tidak ada antrean.

AS mengisyaratkan bahwa emosinya terpancing karena merasa diperlakukan tidak pantas oleh pembantu kasir. “Seharusnya saya tidak lepas kontrol seperti itu,” akunya dengan nada menyesal. Rektor UIM, Muammar Bakry, membenarkan bahwa AS merupakan dosen yang mengajar di Fakultas Pertanian dan mengkonfirmasi bahwa insiden tersebut akibat dari teguran kasir saat ia berpindah antrean.

Muammar juga menjelaskan bahwa pihak universitas telah menindaklanjuti insiden tersebut dengan mempersiapkan sanksi untuk AS. Menurut informasi yang diterima, kasus ini sudah dilimpahkan ke Komisi Disiplin UIM untuk tindakan lebih lanjut. Ia juga menjelaskan bahwa dekan Fakultas Pertanian telah melakukan komunikasi dan klarifikasi langsung kepada AS mengenai insiden itu.

“Sudah dikomunikasikan oleh dekannya,” jelas Muammar mengenai langkah-langkah yang diambil oleh pihak kampus. Sementara itu, dari pihak kepolisian, Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, AKP Sangkala, menyatakan bahwa korban dalam insiden tersebut telah membuat laporan resmi ke polisi. Saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung untuk mengumpulkan fakta-fakta terkait peristiwa tersebut.

Reaksi publik terhadap insiden ini sangat beragam. Banyak yang mengecam tindakan AS dan menyebutnya sebagai contoh perilaku yang tidak seharusnya dimiliki oleh seorang pendidik. Mengingat posisi AS sebagai dosen, tanggung jawab moral untuk memberikan contoh yang baik kepada mahasiswa dan masyarakat menjadi lebih besar. Hal ini membuat banyak orang mempertanyakan integritas seorang akademisi ketika terlibat dalam tindakan yang merugikan orang lain.

Secara keseluruhan, insiden ini menjadi pengingat bagi publik akan pentingnya etika dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah masyarakat yang semakin terbuka dan terpampang dalam berbagai platform. Agaknya, tindakan emosional yang dilakukan AS menjadi pelajaran penting akan bagaimana seharusnya kita berperilaku dalam situasi yang bisa memicu ketidakpuasan.

Diharapkan, dengan adanya klarifikasi dari pihak kampus dan polisi, kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada AS diharapkan dapat menjadi contoh bagi yang lain untuk lebih bijaksana dalam bertindak, terlebih sebagai seorang pendidik yang tentunya menjadi panutan. Semoga, dengan waktu yang tepat, insiden ini bisa menjadi momen refleksi bagi setiap orang untuk lebih menghargai satu sama lain dalam berbagai interaksi sosial.

Bagikan
Berita Terkait

TERKINI POPULER TERPILIH