Direktur MDS “Larangan Keras” Buraq Beraktivitas Dilahan MDS, CEO Buraq : Konfirmasi ke Lawyer Kami

LINGGAUMETROPOLIS.COM– Polemik Perumahan Buraq Noer Syariah Lubuklinggau tak kunjung selesai, izin belum kelar kini berseteru dengan PT Mitra Diruma Sejahtera selaku pemilik sah lahan yang digunakan

PT Buraq Noer Syariah Lubuklinggau membangun rumah lebih kurang 30 unit di lahan milil PT MDS, salah satunya telah serah terima kunci kepada konsumen beberapa waktu lalu.

Usai melayangkan surat peringatan kepada PT Buraq Noer Syariah, Direktur PT MDS berjalanjut memasang segel berupa spanduk digerbang masuk perumahan.

Direktur PT.MDS Rama Hidayat melalui Yulian melakukan pemasangan plang atau sepanduk di PT.Buraq Noer Syariah, “Peringatan” Disampaikan bahwa sesuai dengan sertifikat hak milik no 00048 dan 00049 atas nama PT.Mitra Dirumah Sejahterah Dilarang Keras, untuk segala aktifitas perencanaan dan pelaksanaan penjualan pembangunan rumah di area tanah PT.MDS sampai ada kesepakatan tertulis dengan pemilik Tanah.

“Pasang plang itu atas perintah yang punya tanah, supaya jangan banyak konsumen yang dirugikan lagi dan jangan sampai serah terima kunci lagi ke konsumen tanapa kejelasan,Jangan sampai bnyak dirugikan konsumen jual beli rumah atau serah terima kunci di Lahan PT.MDS sampai ada perjanjian tertulis,”tegas Rama Hidayat melalui Yulian selaku perwakilannya di Lubuklinggau.

Diketahui,Yuliawan merupakan perwakilan PT MDS di Lubuklinggau, dia sempat bergabung/memfasilitasi manajemen PT Buraq untuk mengurus perizinan dan take over (pengalihan) PT MDS ke PT Buraq, namun ditengah perjalanan Yulian tak dilibatkan lagi oleh PT Buraq, penyebabnya tak lain karena silang pendapat.

“Pemasangan Sepanduk ini atas perintah direktur PT MDS Rama Hidayat kepada saya sebagai orang kepercayaan pak Rama. Bahkan sudah kita lihat di media bahawa PT.Buraq sudah melakukan penyerahan kunci rumah kepada konsumen. Padahal itu masih di lahan milik PT.MDS,”Tegasnya.

Dia juga menerangkan bahwa Diriektur PT.MDS sudah melayangkan surat tertulis ke PT Buraq Noer Syariah, namun tidak ada balasan atau penyampaian terhadap surat yang sudah di layangkan oleh direktur PT.MDS Rama dan itu hanya diterima oleh Dodi selaku maneger marketing PT Buraq.

“Intinya kita melindungi konsumen jangan sampai membeli rumah yang tidak jelas dan konsumen juga harus jeli. Dan jangan sampai di serah terima kunci lagi terulang kembali. Sebelum ada kejelasan dari pemilik tanah, Karena lahan tersebut masih milik PT.MDS,” imbuhnya.

Sementara itu, CEO PT Buraq Noer Syariah, Prita Wulan Kencana, beberapa kali dihubungi melalui telepon untuk dimintai konfirmasi tidak ada jawaban, bahkan telepon kami diriject (ditolak).

Terpisah, panasehat hukum PT BNS, Ilham Amrullah saat dikonfirmasi belum bisa memberikan tanggapan karena sedang sidang.

Berikut Isi surat PT MDS yang ditujukan kepada PT Buraq Noer Syariah Lubuklinggau

Bersama ini kami PT Mitra Diruma Sejahtera menyatakan bahwa sampai saat ini kami belum ada kesepakatan kerja sama dengan PT Buraq untuk kerjasama lahan kami apa lagi perjanjian pengambil
alihan lahan, untuk itu kami minta untuk menghentikan semua kegiatan di lokasi kami.
Apalagi kami mendengar dari media ada serahterima kunci di lahan kami, atas dasar apa PT Buraq
menyerahkan kunci tanpa persetujan pemilik tanah? lni menunjukan itikad tidak baik dari PT Buraq
yang memanfaatkan lahan kami untuk propaganda proyek yang tidak jelas penyelesaiannya.
Berdasarkan hal tersebut ditas kami tidak akan melakukan kerjasama atau jual beli dengan PT Buraq,
karena kami melihattidak ada niat baik dari PT Buraq dalam berbisnis dan tidak pernah bisa
menjelaskan cara penyelesaian proyek secara rasional
Demikian surat ini kami buat agar tidak ada lagi konsumen yang dirugikan dengan menggunakan
lahan kami.(*)

Artikel Direktur MDS “Larangan Keras” Buraq Beraktivitas Dilahan MDS, CEO Buraq : Konfirmasi ke Lawyer Kami pertama kali tampil pada Linggau Metropolis.