Diduga Pasien Meninggal Dipositifkan Corona, Humas AR Bunda Irit Bicara

LINGGAUMETROPOLIS.COM– Warga desa Padang titiran Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang merasa kecewa terhadap kasus meninggalnya M. Danil ( 58) yang dinyatakan positif covid 19 di Rumah Sakit Ar BundaKota Lubuklinggau

Keluarga almarhum kecewa karena pihak Rumah Sakit menyatakan Almarhum M Danil meninggal pada 31 Agustus pukul 05.05 wib karena Virus Corona (Covid 19) diduga tanpa ada Tes Swab.

Berdasarkan surat pernyataan bermaterai yang viral di media sosial, pihak keluarga menyatakan mereka tidak pernah melihat proses Swab terhadap ,suami,ayah ,paman yang di lakukan pihak Rumah sakit Arbunda kota Lubuklinggau.

Dimana sebelumnya, pihak rumah sakit menjadwalkan akan melakukan tes swab kepada almarhum pada 31 Agustus 2020, namun almarhum meninggal dunia pada 31 Agustus 2020 pukul 05.05 atau sebelum jadwal tes swab yang disampaikan pada keluarga.

” Kami didusun ni akses terbatas, jadi untuk mengurus masalah ini kami serahkan ke ayul Dahli yang tinggal di Linggau,”kata Rupian Effendi, salah satu anak almarhum saat dihubungi, Selasa (8/09/2020).

Ia menceritakan bahwa dampak dari permasalahan ini pihak keluarga terpukul secara psikologis,apalagi keluarganya tinggal didesa.

” Ayuk Dahli sudah menghubungi kami, kalau sudah banyak yang datang memberikan suport dan dukungan untuk kami,”ujarya.

Sebelumnya, seperti dikutip dari Linggaupos.co.id Keponakan almarhum Danil, Yolan Apridita (23), menyatakan bahwa pamannya tersebut belum pernah di swab tes. Bahkan, untuk memastikan apakah almarhum dites swab atau tidak, pihak keluarga meminta pihak RS menunjukkan rekaman CCTV saat swab, namun tidak bisa.

“Alasannya, CCTV yang ada hanya untuk monitoring aktivitas di RS saja. Tidak difungsikan merekam seperti halnya fungsi CCTV,” keluh Yolan.

Adapun kronologisnya, bermula Minggu (30/8/2020) sekitar pukul 07.00 WIB  almarhum Danil mengeluhkan sesak napas dan sakit pada dada bagian kiri. Sehingga langsung dilarikan ke RSUD Empat Lawang dan masuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 08.00 WIB.

“Kemudian karena mengikuti standar protokol kesehatan (prokes) Covid-19, pihak RSUD Empat Lawang melakukan rapid tes kepada paman kami sekitar pukul 08.30 WIB. Hasilnya non reaktif. Usai itu, almarhum langsung ditangani di ruang IGD untuk dilakukan tes jantung, sembari diberi alat bantu pernapasan,” bebernya.

Namun, lanjut Yolan, saat pihaknya menanyakan apa yang terjadi dengan almarhum Danil, pihak RSUD Empat Lawang belum bisa memberikan jawaban pasti. Mengingat ketika itu, sambung Yolan, pihak RSUD Empat Lawang masih menunggu hasil tes kesehatan.

Hanya saja karena kondisinya sudah enak, almarhum akhirnya dibawa pulang. Namun baru satu jam di rumah, kembali sesak napas. Sehingga pukul 15.30 WIB dibawa ke klinik di Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang.

Karena keterbatasan peralatan, akhirnya almarhum Danil dirujuk ke salah satu RS swasta di Lubuklinggau. Pukul 22.00 WIB tiba di Lubuklinggau langsung masuk UGD.

“Saat itu, doker mengatakan ada dugaan terpapar Covid-19. Sehingga harus masuk ICU, tapi karena ICU penuh maka disarankan masuk ruang isolasi. Dengan perjanjian boleh ditemani istri, kami setuju diisolasi,” katanya.

Kemudian almarhum Danil meninggal dunia, Senin (31/8/2020) pukul 01.
dan selama itu dikatakan Yolan, pihak keluarga tidak pernah mengetahui dilakukannya tes swab.

Tiba-tiba setelah almarhum meninggal dunia, perawat mengatakan harus dilakukan protokol Covid. Kendati keluarga sempat berkeras, akhirnya pukul 09.00 WIB jenasah almarhum dibawa pulang dengan protokol Covid, yakni di dalam peti.

“Padahal, saya sempat menanyakan kepada dokter pada malam itu, apakah akan di swab. Menurut doker, akan dilakukan besoknya, karena malam hari tidak bisa dilakukan. Namun sebelum dilakukan swab, paman saya sudah meninggal dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Humas RS Ar Bunda Lubuklinggau, Syaipul Feri saat dihubungi via telpon mengatakan untuk malam ini belum bisa memberikan klarifikasi resmi.

” Besok saja mas ,klarifikasi resminya, kalau sekarang bukan pernyataan saya sebagai humas, besok ada (agenda) klarifikasi resmi,”ujarya.