Dian Chandra Tegaskan Tidak Ada Istilah Jatah Untuk Pengamanan

Kabarkite.com, LUBUKLINGGAU – Terkait beredarnya desas-desus dan pemberitaan dibeberapa media siber mengenai, jatah satu persen untuk APH (Aparat Penegak Hukum) guna pengaman proyek fisik dana alokasi khusus (DAK) tahun ini, dibantah keras oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau.

Dian Chandra selaku pimpinan OPD tersebut menegaskan, bahwa hal tersebut tidak benar dan itu disampaikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan membuat opini yang kesannya menyudutkan instansi yang ia pimpin.

“Mengenai jatah guna pengamanan untuk APH, itu sama sekali tidak benar dan tidak pernah dilakukan dan apalagi sampai mematok sekian persen, Begitu juga dengan Kabid Diknas, ketika saya tanya beliau menjawab kalau apa yang ada diberitakan itu bukanlah omongan dari dirinya,” Ujar Dian Chandra Kepada Wartawan saat dibincangi via WhatsApp.

Dian Candera turut menambahkan demi menjaga keharmonisan, pihaknya selaku dinas yang membidangi dalam hal ini DANA DAK tetap bersinergis dengan pihak APH, begitu juga kalaupun ada masukan untuk Dinas Pendidikan tentunya ini sebagai bahan koreksi dan perbaikan baginya bersama jajaran.

“Saya mengingatkan silahkan bagi rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, agar memperhatikan mutu dan kwalitas. kalau dikerjakan secara benar, kenapa rekanan mesti takut kalau ada pemeriksaan nantinya,”tegasnya.

Untuk diketahui dari cerita Kadisdikbud bahwa, DANA DAK tahun ini untuk satuan pendidik, dimana berdasarkan juknis tahun 2021 DANA DAK yang di peruntukan untuk sekolah tahun ini. semuanya tidak lagi dikerjakan secara swakelola, namun dikerjakan oleh pihak ketiga yaitu rekanan. Adapun lanjutnya, sekolah yang mendapatkan perhatian dan penilaian adalah sekolah yang layak diperbaiki sesuai dengan anggaran dan teknis yang telah disiapkan, dan itupun ada yang rehab ringan dan juga rehab berat.

“Jadi saya minta sekali lagi setiap rekanan pelaksana rehab ringan tau berat gedung sekolah harus mengutamakan kualitas pekerjaan, bukan mengejar kuantitas yang akibatnya dapat merugikan semua pihak,” Pungkasnya. (RUDI TANJUNG)

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite