Darmansyah : Atap Ruang Guru Diganti Gunakan Dana BOS, Demi Keamanan Tenaga Pendidik SMPN 7

Kabarkite.com, Lubuklinggau – Adanya tudingan bahwa kepala sekolah SMP Negeri 7 Kota Lubuklinggau telah menyalahi aturan tentang pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) atas inisiatifnya mengganti atap ruang guru yang telah rusak.

Menyikapi hal itu Darmansyah sekalu Kepala SMPN 7 menegaskan bahwa, melihat kondisi atap ruangan para guru yang sudah mengalami kerusakan dan mengakibatkan kebocoran dikala hujan ini segera teratasi. maka iapun berinisiatif mengganti atap ruang guru dengan seng dengan menggunakan dana BOS kategori tegap ringan, namun sikap baik ini bukan tidak beralasan sebab jika dilakukan pembiaran maka dikhawatirkan berdampak buruk bagi keselamatan para tenaga pendidik yang ada dilingkungan SMN 7.

“Saya sebelumnya sudah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan agar atap ruang guru bisa diganti atau rehap namun, pihak dinas menyatakan bahwa tidak ada bantuan rehap ruang guru. Yang ada rehap untuk ruang siswa, oleh karena itu berpedoman pada juknis dana bos yang kita punya, maka kita pihak sekolah menggunakan dana bos untuk mengganti atap ruangan guru dengan yang baru dengan dana hanya sekitar 10 jutaan sesuai aturan ini boleh dilaksanakan,” terang Darmansyah kepada wartawan (30/4).

Diapun menegaskan, penggantian atap ruangan guru yang ia lakukan adalah langkah antisipasi demi menjaga keselamatan para guru. Sebab dengan kondisi sebelumnya , jelas bisa mengakibatkan atap ruang guru ambruk karena lapuk akibat bocor bila hujan.

” Niat kita demi kebaikan lingkungan sekolah lebih baik bertindak cepat, Jgn sampai sudah ada korban baru atap nak diganti itukan sama saja sia-sia,” tegasnya.

Kedepan diapun berharap, para tenaga pendidik yang ada juga dapat lebih siap dan giat bila sarana penunjang kinerja mereka telah diperbaiki. apa lagi telah ada wacanakan pelaksanaan belajar mengajar beberapa bulan mendatang, akan dilakukan tatap muka kembali.

” Jika fasilitas belajar dan mengajar sudah dipersiapkan dengan baik, artinya semua pihak baik itu guru atau siswa. ketika tatap muka telah dimulai tidak akan ada lagi kendala yang bisa menghambat proses belajar di sekolah” Pungkasnya. (Rudi Tanjung)

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite