Bupati Muratara Hadiri Rakor Bersama KPK, Gubernur Serta Pemkot dan Pemkab se Sumsel

MURATARA – Bupati Musim Rawas Utara (Muratara) H. Devi Suhartoni (HDS) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Tindak Pidana Korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemprov beserta Pemkot dan Pemkab se Sematera Selatan. Bertempat di Auditorium Graha Bina Praja Provinsi Sumsel, Kamis (15/4/2021).

Rakor ini merupakan tindak lanjut Surat Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK Nomor : B/2438/KSP. 00/70-73-/04.2021 Tanggal 13 April 2021 prihal kegiatan audiensi terkait pengadaan barang dan jasa.

Ketua KPK RI Firli Bahuri memaparkan tentang efektivitas pencegahan dan pemberantasan korupsi bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Firli juga menyebutkan komitmen Kepala Daerah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi sangat dibutuhkan.

Barang barang/jasa menjadi salah satu titik rawan terjadinya korupsi. Antara lain Kolusi dengan penyedia, kecurangan, benturan kepentingan dalam pengadaan, maka perlu dilakukan pembukuan sehingga benar-benar dapat dipertanggung jawabkan dengan baik.

“Kabupaten/ kota yang berintegritas akan mewujudkan Provinsi yang berintegritas. Kalau dapat diwujudkan maka Indonesia yang berintegritas,” tuturnya

Gubernur Sumsel Herman Deru, mengucapkan terima kasih atas kesempatan Ketua KPK RI Firli Bahuri mengedukasi dan memberikan arahan kepada kepala daerah di Sumsel.

“Semoga kegiatan ini diikuti dengan baik oleh bupati/walikota di Sumsel agar mendapatkan pemahaman yang bermanfaat,” tandasnya.

Bupati Muratara H. Devi Suhartoni menyebutkan, Korupsi adalah akar dari segala permasalahan di negara ini, untuk mengatasinya harus berani transparansi. Keterbukaan anggaran itu harus diterapkan pada semua instansi sampai pada ketingkat Desa.

“Transparansi dan akuntabel merupakan poin dari Visi dan Misi kami, jadi Muratara tanpa KKN itu sudah dicanangkan jauh-jauh hari,” sebutnya

Kemakmuran suatu wilayah ditentukan oleh ahlak atau sikap mental dari pemimpin dan rakyatnya sendiri, perubahan mental dari korup menjadi amanah, dari pemalas, menjadi pekerja keras dengan passion tinggi, dari pengeluh menjadi berpikir positif. Dari lemah bersaing menjadi kreatif. Jadi apapun itu pada akhirnya ditentukan oleh sejauh mana anda bekerja keras, amanah, kreatif, dan punya passion tinggi untuk bersaing.

(Red)

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite