BPKP Temukan Kekurangan Volume Pekerjaan PT RHB Tahun Lalu Capai Ratusan Juta

Kabarkite.com, MLM – Badan Pemeriksa Keuangan Perwakikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menemukan kekurqngan volume atas pelaksanaan kegiatan peningkatan jalan terawas hingga taba tinggi maur Kabupaten Muratara, kekurangan volume itupun nilainya cukup fantastis hingga mencapai diangka Rp.298 juta lebih.

Dari data yang berhasil dihimpun awak redaksi kabarkite.com, dari informasi pengumuman pemenang tender ternyata pelaksana peningkatan jalan tersebut dilaksanakan oleh PT Rahmat Hidayat Bersaudara (RHB). dengan leading sector satuan kerja Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel.

Dilansir dari Sumatrapost.co bahwa, sesuai perjanjian kontrak nomor : 621/00421/UPTD.KAB.MURA/Kontrak-PNK/2020. 23 November 2020 pelaksana pekerjaan dimaksud yakni, PT RHB dan dari hasil pemeriksaan fisik pekerjaan 16 Februari 2021 diperkuat dengan berita acara (BA) pemeriksaan nomor : 09/BAPF/BM/PROV-PLG/02/2021 mengungkapkan fakta bahwa, telah terjadi kekurangan volume final quantity dan cek fisik hingga mencapai Rp.298.939.809,05.

Sedangkan koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kota pelembang Boni Belitong, pemprov Sumsel telah kucurkan anggaran besar untuk peningkatan jalan terawas hingga taba tinggi maur dan dinyatakan oleh pihak BPK ada kekurangan volume sebesar Rp. 298 juta lebih.

“Diduga kekurangan volume hingga ratusan juta itu hingga kini belum dikembalikan PT RHB ke kas Negara,” Ujar Koordinator MAKI pelambang pada laman web sumaterapost.com (26/9) lalu.

Guna mengetahui kebenaran adanya temuan BPK tentang kekurangan volume pada proyek peningkatan jalan Rp.15 Miliar lebih ini, kabarkite.com lantas mengkonfirmasi Rahmat Hidayat, selaku petinggi dari RHB Group mengenai hal tersebut melalui via WhatsApp dirinya membenarkan adanya temuan BPK tahun lalu tentang kegaiatannya, tetapi kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp.298 juta lebih telah pihaknya kembalikan ke kas negara sesuai dengan ketentuan pihak BPK.

“Sudah kita kembalikan ke kas negara, alias sudah dibayar,” jelas laki-laki yang biasa disapa Yopi ini pada kabarkite.com (Rudi Tanjung)

Klik : Sumber Berita
Author: kabarkite