Belasan Pejabat Batal Disuntik Vaksin

Beligat.com, MUSI RAWAS – Belasan pejabat publik di wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura), batal disuntik Vaksin Sinovac. Alasannya punya riwayat penyakit seperti hipertensi (darah tinggi), diabetes (kencing manis) dan lain-lain. Pejabat tersebut diantaranya, Ketua DPRD Mura, Azandri, Wakil Ketua I DPRD Mura, Firdaus Cik Ola, Asisten I Setda Mura, H Heriyanto, Asisten II Setda Mura, H Aidil Rusman.

Bahkan Plt Kepala Dinkes Mura, H Ristanto Wahyudi juga tak bisa disuntik vaksin karena terkendala kondisi kesehatan. Demikian pula Kasat Pol PP Damkar, Marsono, Sekretaris Dinkes Kabupaten Mura, M Nizar, Ketua FKUB Mura, H Misbahul Arifin dan Gufron perwakilan MUI Kabupaten Mura.

Meski begitu, empat pejabat publik lainnya tidak terkendala kondisi kesehayan dan bisa disuntik vaksin. Empat pejabat tersebut yakni Bupati Mura, H Hendra Gunawan, Kapolres Mura, AKBP Efrannedy, Kepala BNNK Mura, Hendra Amoer dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mura, H Hermadi.

“Setelah dilakukan screaning hanya ada empat pejabat yang bisa disuntik vaksin.Belasan pejabat lainnya belum bisa disuntik vaksin, dikarena ada riwayat penyakit hipertensi dan diabetes serta penyakit bawaan lainnya,” kata Kabid P2P, Edwar Zuliyar kepada wartawan.

Edwar menjelaskan, nantinya pejabat yang batal divaksin karena terkendala penyakit akan dijadwalkan kembali untuk disuntik vaksin. Syaratnya, keadaan pejabat sudah membaik dan penyakitnya seperti hipertensi tidak permanen.

“Suntik vaksin tenaga kesehatan (nakes) khususnya di 21 Puskesmas, telah dijadwalkan mulai Selasa (2/2) hingga Jumat (5/2). Namun tidak dilakukan screaning terlebih dulu lantaran semua nakes sudah masuk data base untuk penerima vaksin awal. Jumlahnya sekitar 2.300 nakes yang akan divaksin, ” sebut Edwar sambil menambahkan, nakes tersebut juga akan menjalani penyuntikan vaksin yang kedua pada Minggu (14/2).

Ia menambahkan, tidak ada perbedaan jenis vaksin untuk pejabat maupun masyarakat biasa. “Semuanya sama, jenis Vaksin Sinovac. Tidak ada perbedaan baik merek, hingga masa berlaku bisa digunakan,” tegas Edwar.

Sementara itu, Bupati MuraH Hendra Gunawan mengatakan, pencanangan vaksinasi Covid 19 ini diharapkan bisa menambahkan keyakinan masyarakat.

Ia mengaku, tidak ada efek samping setelah disuntik vaksin, baik pusing dan kendala lainnya.

“Mungkin karena petugas yang menangani sangat profesional. Namun saat discreaning petugas, kita harus menjawab pertanyaan dan transparan. Pastinya ini semua dilakukan untuk melakukan penekanan covid 19 (corona), di Mura,” terangnya.

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy salah satu pejabat dan orang pertama yang disuntik vaksin, mengaku tidak ada efek samping atau kendala usai disuntik.

“Biasa saja, tidak ada pengaruh, maka dari itu masyarakat jangan takut, jangan ragu. Bahkan saat disuntik vaksin tidak terasa, apalagi ditambah petugas medis yang menangani sangat profesional. Berikan informasi jelas dan jujur saat screaning menjawat pertanyaan tim medis,” jelas Kapolres seraya menegaskan, 495 personel polres dan polsek juga siap untuk disuntik vaksin.

Dandim 0406 MLM, Letkol Inf Erwinsyah Topan mengatakan hal senada. Pencanangan vaksinasi Covid-19 tersebut dilakukan untuk menyakinkan masyarakat dan mau disuntik vaksin karena aman menurut BPOM dan MUI.

Erwin menjelaskan, personelnya pun siap untuk divaksin meski masih menunggu perintah dan kemampuan dari pemerintah. “Ada, 312 personel Kodim, itu diluar PNS. Kami menunggu dan melihat kemampuan pemerintah. Pastinya kami siap divaksin,” tutupnya. (akew/dkj)

Sumber Berita Selengkapnya…