Belajar Tatap Muka Belum Bisa Diterapkan, 65 Persen Siswa SMPN 2 Masih Belajar Daring

Laporan: Agus Subhan Bakin

EMPATLAWANG-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Empat Lawang menyatakan belum ada kepastian untuk pemberlakuan belajar sistem tatap muka langsung, terutama untuk tingkat Sekolah Dasar (SD).Pasalnya belum ada himbauan atau keputusan Gubernur maupun Pemerintah Daerah dalam hal Ini Bupati. Selasa (9/03).Kata Kepala bidang, (Kabid) SD melalui Kepala Seksi (Kasi) Haniran, Saat di temui wartawan.

“Sampai saat ini belum ada petunjuk untuk pemerlakuan belajar dengan sistem tatap muka langsung. Utamanya belum ada petunjuk dari satgas Covid-19 Kabupaten Empat Lawang,”terangnya

Haniran melanjutkan, Untuk sekarang ada beberapa Tenaga Pendidik (Giru,red) SD yang sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 yakni diwilayah kecamatan Sikap Dalam. Yang pasti belum ada satupun sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka. Hanya saja, murid yang datang ke sekolah untuk menggumpulkan tugas belajar dengan siatem Daring yang diberikan guru.

“Sampai saat ini sekolah masih menerapkan sistem belajar Daring,” ujarnya

Lebih lanjut Haniran mengutarakan, kalau seluruh tenaga pendidik sudah divaksin. Tetap saja akan dipantau langsung untuk memastikan apakah belajar dengan sistem tatap muka langsung sudah layak dan aman dilaksanakan atau belum.

“Kita juga akan pastikan lagi apakah seluruh guru yang mengajar sudah di vaksin atau belum,” tutupnya.

Sementara, ada 2 sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) N 2 Sikap Dalam Kabupaten Empat Lawang, yakni secara daring dan luring.

Hal ini disampaikan oleh Kepala SMP N 2 Sikap Dalam, Dedoh Herawati mengatakan dari 245 siswa, sebanyak 65 persen siswanya belajar secara daring, dan 35 persen lainnya belajar secara daring. Ia menuturkan tidak semua anak mempunyai handphone, oleh karena itu sistem PJJ diterapkan dengan dua cara

“Karena sebagian siswa ada yanv punya handphone dan sebagian lagi tidak ada handphone. Siswa yang ada hanphone belajar secara daring, yanh tdak punya handphone secara luring,” kata Dedoh

Adapun pembelajaran secar daring sistem belajarnya diserahkan ke wali kelas masing-masing. Ada wali kelas dan guru mata pelajaran yang mengarahkan siswanya untuk daring melalui aplikasi Classroom, ada juga yang melalui aplikasi WhatsApp.

“Untuk belajar daringnya dikembalikan ke wali kelas dan guru mata pelajaran masing-masing,” ujarnya.

Sementara untuk luring, siswa hanya datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas, setelah itu siswa langsung pulang. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan agar terhindar dari Covid-19.

“Siswa nggak lama mereka di sekolahnya. Cuma untuk mengambil dan mengumpulkan tugas,” ucap Dedoh.

Untuk sistem belajar luring, lanjut Dedoh, siswa dan guru harus menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari melakukan pengecekan suhu tubuh, memakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, dan menghindari kerumunan.

“Sekolah kami menerapkan Protkes yang ketat. Harapannya pastinya ingin Covid-19 ini segera hilang, karena sebelum pandemi berakhir kita semua was-was melakukan aktifitas,” harapnya.*