Aneh,Pihak RSUD Rupit Tidak Tahu Yang Bangun Gedung Pemandian Jenazah

MURATARA,Siberindo.co- Benar benar aneh Bin ajaib yang terjadi di RSUD Rupit Kabupaten Muratara Provinsi Sumsel. Sebab, Gedung Pemandian Jenazah/Mayat yang berukuran 4 x 4, justru tidak diketahui oleh pihak RSUD Rupit sendiri.  Saat dikonfirmasi, tak hanya Sekda Muratara, pihak rumah sakit sendiri mengaku tidak tahu siapa yang membangun, dan memakai anggaran apa. Padahal plang jelas terpasang saat pembangunan dilakukan.

Bahkan saat media dan LSM bertanya kepada para pegawai, mereka semua bungkam. Ada apa ini?

Sementara, sudah beberapa kali media juga menghubungi langsung Dirut RSUD Rupit dr. Herlina, tapi tak berhasil. Via WA pun tak dibalas. Padahal, wartawan hanya bertanya mengenai siapa yang membangun dan apa manfaatnya.

Sebab jelas terpampang di plang nama, dana pembangunan gedung itu senilai Rp 200 juta dengan anggaran Covid-19. Uang sebesar itu tampaknya tak sesuai jika hanya untuk membangun gedung pemandian mayat yang hanya berukuran 4 x 4 meter saja.

Sedangkan saat dikonfirmasi, dr. Rosida bagian pelayanan RSUD Rupit Muratara mengatakan, itu bukan tempat pemandian mayat.

”Tapi kalau ada pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 maka akan dikafani secara Islami di tempat itu. Dan hingga kini, baru ada satu pasien asal Desa Karangdapo Kecamatan Karangdapo Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) dikafani di tempat itu. Tapi saya tidak tidak, itu terpapar Covid-19 atau tidak,” cetus Rosida, tanpa mau memberikan keterangan lain sebagaimana yang ditanyakan wartawan, Jumat (21/8/2020). (Siberindo.co)